In-depth

LGBT dan Bentuk Dukungan dari Liga Terbaik Dunia, Premier League Inggris

Sabtu, 1 Desember 2018 18:11 WIB
Penulis: Coro Mountana | Editor: Cosmas Bayu Agung Sadhewo
 Copyright:
Kisah Pilu Seorang LGBT di Dunia Sepak Bola

Bentuk dukungan Premier League terhadap kampanye LGBT bisa menjadi suatu ironi jika kita melihat kisah pemain sepak bola di Inggris yang mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan.

Kisah paling terkenal datang dari Justin Fashanu yang menjadi korban dari ‘kejahatan’ terhadap LGBT.

Pemain yang pernah bermain untuk Norwich City dan Nottingham Forest itu mengakui bahwa dirinya adalah seorang gay ketika diwawancarai oleh portal berita olahraga Sun Sports pada tahun 1990. Pada saat itu, Justin mengaku bahwa dirinya diterima baik oleh rekan-rekannya.

Akan tetapi, Justin ternyata hanya menutupi sebuah fakta kalau dirinya menjadi korban cacian dan hinaan oleh rekan-rekannya.

Cacian dan hinaan itu sebenarnya merupakan bentuk candaan, tetapi sangat jelas bahwa itu bentuk lelucon yang paling rendah karena mendiskreditkan martabat orang lain.

Hingga akhirnya, Justin Fashanu ditemukan gantung diri di garasi rumahnya yang berada di London pada tahun 1998.

Sebelum ia meninggal akibat depresi akutnya, ia menuliskan sebuah pesan kalau putusan pengadilan tidak berimbang kepadanya yang merupakan seorang homoseksual.

© KIRILL KUDRYAVTSEV/AFP/Getty Images
Olivier Giroud berselebrasi usai mencetak gol ke gawang BATE. Copyright: KIRILL KUDRYAVTSEV/AFP/Getty ImagesOlivier Giroud berselebrasi usai mencetak gol ke gawang BATE.

Penyerang Chelsea, Olivier Giroud justru memiliki pandangan lain mengenai LGBT yang ditunjukannya dengan mendukung LGBT sejak masih membela Montpellier.

Bahkan Giroud sampai mengisi sampul depan majalah gay Prancis yang bernama Tetu.

“Saya memahami rasa sakit dan kesulitan yang dialami orang-orang yang mengakui dirinya sebagai homoseksual. Ini adalah ujian nyata setelah menemukan jati diri mereka selama bertahun-tahun,” ungkap Giroud kepada Le Figaro.

67