Liga Indonesia

Wasit Liga 1 Tanggapi Positif Langkah PSSI dan Polri Berantas Pelaku Match Fixing

Kamis, 3 Januari 2019 11:28 WIB
Penulis: Ian Setiawan | Editor: Lanjar Wiratri
© Foto: web
Wasit Iwan Sukoco. Copyright: © Foto: web
Wasit Iwan Sukoco.

INDOSPORT.COM - Isu match fixing masih menjadi perbincangan hangat di kancah sepak bola Indonesia, selama jeda kompetisi Liga 1 awal tahun ini. Aksi nyata pun sudah dilakukan PSSI maupun Polri dalam menegakkan hukum di ranah masing-masing pada setiap pelakunya.

Langkah itu pun ditanggapi positif oleh Iwan Sukoco, sebagai salah seorang wasit profesional yang memimpin di sejumlah pertandingan di Liga 1. Pasalnya, isu mengenai aksi kongkalikong pada jalannya pertandingan sangat menodai sportifitas yang ada di sepakbola itu sendiri.

"Memang semua harus ada buktinya lebih dulu. Dan saya yakin, PSSI maupun Polri punya cara tersendiri untuk membuktikan hal itu," papar Iwan Sukoco saat ditemui INDOSPORT di Lapangan TNI Angkatan Laut Kota Malang, Rabu 2 Januari kemarin. 

Ia pun ikut mendukung apa yang kini sudah dilakukan PSSI selaku federasi sepakbola di tanah air dengan memberikan sanksi kepada sejumlah pihak yang terlibat. Tak hanya kepada tim dan pemain, PSSI melalui Komisi Disiplin juga sudah menjatuhi sanksi berat kepada beberapa pengurus terasnya yang tergabung di Komite Eksekutif (Exco).

Begitu pula dengan pihak kepolisian melalui Satuan Tugas (Satgas) nya, yang turut serta untuk memberantas aksi tak sportif itu dari dunia sepakbola. Satgas Polri pun sudah bergerak dengan menangkap sejumlah pihak yang terindikasi kuat terlibat pada praktik match fixing.

"Memang semuanya harus dibuktikan lebih dulu. Jadi, tidak bisa hanya ini atau itu kalau berbicara masalah match fixing," cetus wasit berlisensi C Nasional tersebut.

"Negara ini adalah negara hukum, dan sepakbola (Indonesia) saat ini sedang berkembang (ke arah lebih baik)," sambungnya.

Kendati demikian, ia tak menutup mata jika ada isu match fixing itu mengarah kepada koleganya. Posisinya sebagai pengadil di tengah lapangan, juga rentan terhadap aksi tak terpuji itu.

"Saya sendiri tidak tahu menahu soal match fixing. Karena saya tidak pernah mengalaminya," pungkas wasit kelahiran Malang berusia 41 tahun tersebut.

Terus Ikuti Berita Sepak Bola Indonesia Lainnya di INDOSPORT 
 

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%