Liga Indonesia

Parah, Pemain Asing Anyar Bhayangkara FC Ternyata Pernah Dipecat PSV karena Pakai Narkoba

Jumat, 15 Maret 2019 09:46 WIB
Penulis: Petrus Tomy Wijanarko | Editor: Lanjar Wiratri
© Indosport.com
Jonathan Reis saat masih di club PSV. Copyright: © Indosport.com
Jonathan Reis saat masih di club PSV.

INDOSPORT. COM - Pemain asing anyar milik klub sepak bola Indonesia, Bhayangkara FC, Jonathan Reis, dahulu ternyata pernah terkena masalah serius akibat kasus penggunaan narkoba.

Bhayangkara FC baru-baru ini kedatangan seorang pemain anyar eks PSV Eindhoven bernama Jonathan Reis. Kabar bergabungnya Reis ke Bhayangkara FC pertama kali muncul dan beredar di akun Instagram @indos.transfer.

Melalui fitur Insta Story, @indos.transfer menuliskan kalau Bhayangkara FC diam-diam kedatangan satu pemain baru bernama Jonathan Reis. Bahkan, sosok Reis sudah langsung dimainkan ketika Bhayangkara FC berjumpa Bali United di laga Piala Presiden 2019.

"Terlihat di laga Piala Presiden 2019 antara Bhayangkara FC vs Bali United ada sosok pemain asing baru yang bermain untuk Bhayangkara FC, dan baru dimasukan di 15 menit terakhir babak kedua," tulis akun @indos.transfer pada unggahannya di Instagram.

Melihat jauh ke belakang, Reis ternyata punya rekam jejak karier yang mengkhawatirkan. Walau pernah bermain di klub sebesar PSV, dahulu ia juga sempat tersandung masalah akibat menggunakan narkoba.

Seperti yang tertuang pada artikel di situs Goal.com pada 24 Januari 2010 silam. Reis dituliskan dipecat oleh PSV karena ketahuan menggunakan obat-obatan terlarang.

Awal masalah terjadi ketika Reis telat datang ke markas PSV usai liburan musim dingin. Tim kepelatihan PSV curiga dengan kondisi fisik Reis yang selalu terlihat tidak dalam kondisi bugar.

Pihak PSV pun kemudian melakukan tes doping kepada Reis. Hasilnya mengejutkan, Reis dinyatakan positif dan tak lama setelah itu pihak PSV mengambil kebijakan tegas.

"Keputusan ini sulit, tapi tak bisa dihindari. Kami sudah membahas situasi Jonathan Reis beberapa jam terakhir dan kami sampai pada kesimpulan, kami tak punya pilihan selain melepasnya," ujar Direktur PSV Jan Reker seperti dikutip dari Goal.com.

Reis sendiri sempat membeberkan alasannya menggunakan obat-obatan terlarang. Ia mengaku menggunakan kokain dan ganja untuk mengatasi rasa gugup atas segala masalah yang dihadapinya.

"Saya merasa sangat sendirian. Ketika sesuatu terjadi, saya menjadi sedikit gugup, jadi saya mencari obat. Saya menggunakan kokain dan ganja sesekali. Saya juga menggunakan ketika saya di Brasil,” ucap Reis seperti dikutip dari Sportskeeda.

Beruntungnya, Reis masih diberi kesempatan kedua oleh PSV. Setelah dipecat, ia kemudian diboyong lagi oleh PSV pada 17 Juli 2010.

Sosok Reis sebenarnya punya talenta menjanjikan kalau tak tersandung masalah seperti ini. Buktinya, ia pernah begitu dipuja lantaran mampu mencetak hattrick kala PSV menang 10-0 atas Feyenoord di Eredivisie Belanda pada 24 Oktober 2010 silam.

Terus Ikuti Berita Sepak Bola Liga 1 Lainnya Hanya di INDOSPORT

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%