In-depth

Evaluasi Timnas U-23 di Kualifikasi Piala Asia U-23 2020: PSSI

Kamis, 28 Maret 2019 19:51 WIB
Editor: Prio Hari Kristanto
 Copyright:
Internal Federasi Carut Marut

Bohong rasanya jika kita menganggap Timnas Indonesia tak terpengaruh dengan carut marut yang terjadi di PSSI. 

Sekjen dan petinggi lainnya mungkin bisa bilang timnas tak terpengaruh dengan masalah internal PSSI. Namun, sebagai sebuah kesatuan, tentunya tetap akan ada dampak bagi persiapan tim. 

PSSI mengalami goncangan internal luar biasa bebeberapa bulan ini. Setelah Edy Rahmayadi mundur, Plt. Ketum, Joko Driyono, ditangkap oleh satgas antimafia bola. 

Joko Driyono ditangkap bersama dengan petinggi-petinggi lainnya. 

Hampir bersamaan dengan perjuangan timnas di kualifikasi Piala Asia U-23 2020, PSSI pun baru menunjuk Gusti Randa sebagai ketum sementara. 

Penunjukkan ini pun menimbulkan pro kontra di tengah-tengah masyarakat. 

Timnas Indonesia U-23 jelas membutuhkan dukungan penuh dari federasi. Namun di waktu bersamaan, petinggi federasi justru disibukkan permasalahn kriminal.

Persiapan uji coba pun menjadi tak maskimal, padahal itu tanggung jawab dari PSSI. 

Keteledoran PSSI?

Entah terpengaruh dari internal yang carut marut atau tidak, PSSI kembali menjadi sorotan dalam kasus yang menimpa Ezra Walian. 

Sudah jauh-jauh datang dari Belanda, Ezra Walian justru batal memperkuat timnas. Alasannya, FIFA melarang Ezra lantaran melanggar beberapa pasal di federasi terkait kewarganegaraan pemain. 

Publik pun bertannya, bagaimana mungkin hal fatal seperti ini bisa luput dari PSSI? 

Lebih parahnya lagi, setelah dikaji lebih mendalam, Ezra Walian sejatinya dapat memperkuat Indonesia asalkan PSSI mampu memberikan dokumen-dokumen pendukung yang lengkap. 

© Michael Siahaan/antaranews.com
Penyerang tim nasional U-23 Indonesia Ezra Walian Copyright: Michael Siahaan/antaranews.comPenyerang tim nasional U-23 Indonesia Ezra Walian

Bisa jadi, FIFA sendiri sampai saat ini belum mengetahui jika Ezra Walian memiliki ayah berasal dari Manado, Indonesia. 

Kondisi ini tentu saja berpengaruh kepada persiapan tim. Kekuatan tim pun berkurang dengan gagalnya Ezra bergabung. 

Kesimpulan

Tersingkirnya Timnas Indonesia dari kualifikasi Piala Asia U-23 adalah kegagalan bersama. Namun, pemain dan pelatih bukanlah pihak yang sepenuhnya disalahkan. 

PSSI sebagai sebuah federasi terbukti tidak menjalankan perannya dengan cukup baik sehingga berdampak pada merosotnya prestasi Timnas U-23 baik secara langsung maupun tidak langsung. 

Terus Ikuti Perkemangan Sepak Bola Indonesia dan Berita Olahraga Lainnya Hanya di INDOSPORT.COM.