In-depth

Duel Klasik dan Alasan Semesta Menginginkan Ajax vs Liverpool di Final Liga Champions

Rabu, 8 Mei 2019 14:37 WIB
Editor: Prio Hari Kristanto
© Eli Suhaeli/INDOSPORT
Duel klasik dan alasan semesta menginginkan Ajax vs Liverpool di final Liga Champions. Eli Suhaeli/INDOSPORT Copyright: © Eli Suhaeli/INDOSPORT
Duel klasik dan alasan semesta menginginkan Ajax vs Liverpool di final Liga Champions. Eli Suhaeli/INDOSPORT

INDOSPORT.COM - Publik sepak bola dunia bakal kembali disajikan laga tingkat tinggi di semifinal Liga Champions antara Ajax Amsterdam vs Tottenham Hotspur di Johan Cruyff Arena, Kamis (08/05/19). 

Ajax Amsterdam diuntungkan di leg kedua berkat keunggulan agregat menyusul kemenangan tipis 1-0 di markas Spurs. 

Tottenham membuat kejutan besar setelah sanggup melenggang ke babak semifinal usai menyingkirkan tim unggulan, Manchester City. 

Namun, sensasi sesungguhnya datang dari kubu Ajax. Setelah lama tidur lelap, salah satu raksasa di kompetisi Liga Champions ini kembali menggeliat dan merusak dominasi klub-klub besar lainnya. 

Hebatnya lagi, Ajax tak butuh pemain-pemain mahal dunia untuk mewujudkan kebangkitan itu. Berbekal 28 pemain dengan rataan usia masih 23.9 tahun, de Amsterdammers sanggup melenggang ke semifinal usai menyingkirkan tim besar macam Juventus dan Real Madrid. 

Bagi penggemar Liga Champions (kecuali fans Tottenham tentunya), lolosnya Ajax ke final tentunya menjadi hal menarik tersendiri. 

Alasannya tak lain adalah keberadaan Liverpool yang telah menunggu mereka di partai final.

Bagi penggemar sepak bola dan (khususnya) Liga Champions, pertemuan Ajax vs Liverpool adalah lebih dari sekedar laga final biasa. 

Baik Ajax dan Liverpool, keduanya mengambil porsi besar dalam sejarah sepak bola di Eropa. 

'Kekuatan Semesta' di Liga Champions  

Sepak bola lebih dari sekadar olahraga biasa. Dalam sepak bola, ada kekuatan yang seringkali menggoyang logika dan akal sehat. 

Comeback yang dilakukan Liverpool atas Barcelona adalah contoh teranyar. Siapa yang tidak menganga melihat bagaimana Liverpool sukses menyarangkan empat gol ke gawang salah satu tim terbaik dunia saat ini. 

Namun, itu belum seberapa. Kekuatan sejati yang merasuki sepak bola dan Liga Champions Eropa sesungguhnya adalah konsistensi sejarah yang berulang. 

Jika diperhatikan seksama, tim pemilik 'DNA Liga Champions' akan terus ada dan menunggu untuk mendapat giliran bangkit. 

Ajax dan Liverpool adalah contohnya. Dua tim ini bersama dengan Real Madrid, AC Milan, Barcelona, Bayern Munchen, Man United, dan Juventus akan terus menjadi pemain utama di Liga Champions Eropa. 

Sejarah mencatat, Liverpool menjadi tim tersukses keempat di kompetisi ini dengan lima gelar juara dan tiga kali runner up. 

Sementara Ajax ada di posisi keenam dengan empat gelar dan dua kali runner up. 

Duel 2 Tim Legendaris di dekade 70-an dan 80-an 

Liverpool dan Ajax pernah sangat dominan di era 70-an dan 80-an. Tak hanya menguasai liga domestik, mereka juga melebarkan dominasinya di Eropa. 

Liverpool tercatat pernah menjuarai Liga Champions (dulu disebut Piala Eropa) sebanyak empat kali di dua dekade ini (1977, 1978, 1981, 1984) plus satu kali runner up (1985). 

Sementara Ajax mengoleksi tiga gelar yang semuanya dilakukan secara beruntun (1971, 1972, 1973). 

Maka, tak berlebihan rasanya jika pertandingan keduanya di partai final menjadi laga klasik di Liga Champions. 

Duel dua tim yang memiliki sejarah besar bisa terulang di era sepak bola modern saat ini. 

Baik Liverpool dan Ajax sendiri baru dua kali bertemu di kompetisi Liga Champions (Piala Eropa), yakni pada babak kedua Piala Champions 1966/67. 

Dalam dua pertemuan tersebut, Ajax menang 5-1 di Amsterdam dan seri 2-2 di markas Liverpool. 

Walau baru dua kali bertemu, bukan berarti pertemuan keduanya di final tanpa arti. 

Pertemuan Liverpool vs Ajax di final bukanlah soal rivalitas, melainkan pengakuan terkini dari supremasi 'kekuatan semesta' yang (memang) ada di Liga Champions. 

Seneng-seneng Bareng The Jakmania  

Terus Ikuti Update Liga Champions dan Berita Sepak Bola Internasional Lainnya Hanya di INDOSPORT.COM.