In-depth

Mengenang Tumpak Sihite, Salah Satu Arsitek Terbaik dalam Sejarah Persipura

Jumat, 21 Juni 2019 06:22 WIB
Penulis: Sudjarwo | Editor: Rafif Rahedian
 Copyright:
Dijuluki sebagai Guus Hiddink

Nama Tumpak Sihite sudah selayaknya disejajarkan dengan dua pelatih lokal Indonesia, HB Samsi dan Rahmad Darmawan yang pernah menjadikan Persipura sebagai salah satu klub paling disegani di persepakbolaan Tanah Air.

Jika HB Samsi dikenal sebagai peletak dasar karakter sepak bola pemain-pemain Papua dan Rahmad Darmawan sebagai pelatih yang berjasa mengantarkan gelar juara Liga Indonesia pertama kali bagi Persipura, begitupun sebaliknya dengan nama Tumpak Sihite.

Tumpak memang gagal membawa Persipura menggapai trofi juara, namun berkat kejeniusannya, karakter bermain Persipura menjadi lebih agresif dan ia termasuk pelatih yang paham betul dengan tipikal pemain-pemain Papua.

"Beliau bukan hanya sebagai pelatih, tapi juga seperti orang tua dan teman bagi kita. Beliau mengajarkan kami tentang kedisiplinan dan fanatisme juga bermain dengan kebanggaan sebagai pemain asli Papua," kenang Carolino.

Terbukti, hanya dimodali dengan skuat yang berisikan pemain-pemain lokal, Tumpak sanggup membawa Persipura ke semifinal Liga Indonesia II musim 1995/96, dan sanggup bersaing dengan tim-tim besar dari daerah lain yang sudah diperkuat oleh pemain-pemain asing.

"Coach Tumpak sanggup membentuk karakter anak-anak Papua menjadi tim yang kuat secara mental untuk bersaing dengan tim lain walaupun Persipura baru muncul saja ke liga pasca degradasi ke Divisi 1. Tumpak di Persipura ibaratkan Guus Hiddink di Timnas Korsel dengan prestasi yang super," ujar legenda Persipura, Nando Fairyo.

Bahkan, nama Tumpak Sihite pun kini masih dihormati oleh elemen tim Persipura saat ini. Seperti yang diungkapkan oleh Asisten Manajer Bento Madubun, Tumpak merupakan salah satu pelatih terbaik yang pernah ada dalam sejarah Persipura.

"Beliau punya catatan manis sebagai pelatih yang pernah mengantarkan Persipura hingga semifinal Ligina 1995/96. Prestasi itu masih dikenang hingga saat ini," ujar Bento.

Tak lupa, para mantan pemain Persipura di era Ligina II beserta manajemen Persipura musim ini turut mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya untuk mengiringi kepergian sang legenda. Selamat jalan coach.

3