Liga Indonesia

Analisis Piala Indonesia PSM Makassar vs Madura United: Dominasi Duo Belanda dan ‘Ronaldo’

Minggu, 30 Juni 2019 20:05 WIB
Editor: Coro Mountana
 Copyright:
Dominasi Duo Belanda dan ‘Ronaldo’

Berdasarkan jalannya pertandingan, dapat kita lihat dengan mata telanjang jika berkat kehadiran duo Belanda itu, PSM Makassar sukses mendominasi jalannya laga. Duo Belanda itu adalah Marc Klok dan Wiljan Pluim.

Marc Klok yang saat ini sedang menjalani proses naturalisasi bermain begitu disiplin dalam menjaga keseimbangan tim. Berkali-kali Madura United melancarkan serangan balik sukses dihambat oleh Klok.

Tak hanya itu, Klok juga sesekali membantu penyerangan dengan pergerakan coming from behind sehingga menciptakan situasi overload (pemain PSM lebih banyak dari Madura United di suatu area). Sehingga pergerakan Marc Klok sangat merepotkan.

Sedangkan Wiljan Pluim benar-benar bertindak sebagai otak serangan PSM, berkali-kali ia melepaskan umpan crossing yang sangat berbahaya.

Tak hanya itu, dengan postur tinggi besarnya, ia sanggup men-delay bola saat sedang membuka pertahanan Madura United.

Sehingga itu membuat Madura United terisolasi di daerah pertahanannya sendiri karena tidak bisa lepas dari tekanan PSM yang dipimpin oleh Pluim.

Tak hanya Pluim sebenarnya, sektor sayap PSM juga begitu hidup dan sukses mengacaukan pertahanan Madura United.

Asnawi Mangkualam yang bertindak sebagai bek kanan, bermain begitu lepas dengan berkali-kali ia melakukan overlap yang membuat pertahanan Madura United kalang kabut. Puncaknya ia memberikan asis bagi gol kemenangan PSM.

Gol kemenangan sendiri diciptakan oleh ‘Cristiano Ronaldo’ Indonesia alias Zulham Zamrun yang terus menari ke sana ke mari menghipnotis pertahanan Madura United di sepanjang laga.

Namun sayang di babak kedua, peforma dirinya sudah menurun sehingga digantikan di pertengahan laga.

Lantas bagaimana dengan taktik yang dijalankan oleh Madura United? Pelatih Dejan Antonic tampak sadar bahwa ia tidak bisa menandingi lini tengah PSM. Pelatih PSM, Darije Kalezic memiliki Pluim dan Klok yang sukses menguasai lapangan tengah.

Oleh karena itu, Madura United memainkan strategi serangan balik cepat dengan mengandalkan Marckho Merauje dan Greg Nwokolo di sisi sayap. Tapi sayang cara itu masih bisa ditahan oleh PSM di mana Klok bertindak sebagai penyeimbang tim.

Sehingga di babak kedua, Madura United mencoba untuk menandingi lini tengah PSM dengan berharap pada Asep Berlian.

Tapi lagi-lagi itu tidak terlalu efektif sehingga pada akhirnya ini menjadi PR bagi Dejan Antonic untuk mencari cara memenangi duel di tengah melawan Pluim dan Klok di leg kedua nanti, andai ingin mengejar gelar juara Kratingdaeng Piala Indonesia.

3