Liga Indonesia

Detik-detik Penalti Kontroversial di Liga 2 Antara Perserang vs Cilegon United

Kamis, 15 Agustus 2019 00:29 WIB
Penulis: Arief Tirtana | Editor: Coro Mountana
© Tiyo Bayu Nugroho/INDOSPORT
Ilustrasi logo Liga 2 2019. Copyright: © Tiyo Bayu Nugroho/INDOSPORT
Ilustrasi logo Liga 2 2019.

INDOSPORT.COM - Perserang berhasil menang melawan Cilegon United di laga pekan ke-12 Liga 2 2019 lewat penalti yang ternyata menyimpan kontroversial.

Perserang berhasil menang dengan skor tipis 1-0 melawan Cilegon United dalam derby Banten di pekan ke-11 Liga 2 2019, Rabu (14/08/19).

Bermain di kandang sendiri, Stadion Maulana Yusuf, gol kemenangan Perserang didapat setelah penalti yang dieksekusi oleh Hari Habrian masuk ke gawang Cilegon United tepat di menit ke-75.

Dalam tensi pertandingan yang cukup tinggi, penalti yang didapat Perserang dari wasit Arief Syaefuddin itu terhitung cukup kontroversial. Karena jika dilihat dalam tayangan ulang, Muhammad Akbar Rizal yang dianggap wasit melakukan handsball, tak aktif menggunakan tangannya dalam momen itu.

Terlebih, dapat diragukan juga jika bola saat itu benar-benar mengenai tangan Rizal. Karena pemain bernomor punggung 23 itu sudah mengamankan tangannya ke belakang badan sehingga menjadi pasif.

"Ya jelas bukan penalti itu. Intinya sih tangan posisi ga aktif," kata Sahe, Media Officer Cilegon United kepada redaksi berita olahraga INDOSPORT.

Sahe pun menyebut pihaknya sudah melakukan protes resmi ke pengawas pertandingan dengan menggunakan data yang ada lewat sekretarisnya.

Di luar kontroversi tersebut, laga Liga 2 2019 Perserang vs Cilegon United tersebut berjalan sangat keras. Total delapan kartu kuning dan dua kartu merah keluar dari saku wasit Arief Syaefuddin. Kartu merah yang semuannya keluar buat pemain Cilegon United, Denny Arwin dan Teja Ridwan.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%