Liga Indonesia

Maju Calon Ketum PSSI, Iwan Bule Bawa Misi Mulia untuk Sepak Bola Indonesia

Senin, 19 Agustus 2019 15:12 WIB
Penulis: Ervan Yudhi Triatmoko | Editor: Yohanes Ishak
© Zainal Hasan/INDOSPORT
Nama Komjen Pol. Mochamad Iriawan digadang-gadang sebagai calon ketua umum PSSI yang baru untuk periode 2020-2024 mendatang. Copyright: © Zainal Hasan/INDOSPORT
Nama Komjen Pol. Mochamad Iriawan digadang-gadang sebagai calon ketua umum PSSI yang baru untuk periode 2020-2024 mendatang.

INDOSPORT.COM – Nama Komjen Pol. Mochamad Iriawan digadang-gadang sebagai calon ketua umum PSSI yang baru untuk periode 2020-2024 mendatang. Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu pun menjelaskan visi dan misinya untuk memajukan sepak bola Indonesia.

Menurut Iwan Bule, sudah cukup lama sepak bola Indonesia mengalami keterpurukan. Kondisi itu jelas tidak bisa dibiarkan dan harus diperbaiki.

“Bisa dikatakan prestasi (sepak bola) kita cukup di bawah. Jangankan di Asia, di level ASEAN saja kita sulit sekali mengalahkan Thailand. Bahkan sekarang kita berada di bawah Filipina atau Vietnam,” tutur Iwan.

Pria kelahiran Jakarta itu menilai, Indonesia sejatinya punya potensi sepak bola yang sangat luar biasa. Ia pun bertekad membawa nama Indonesia harum di pentas sepak bola dunia.

“Dengan sedemikian banyaknya penduduk Indonesia mengapa kok juara ASEAN saja tidak bisa. Orang boleh bicara hal yang tidak mungkin. Tapi kita harus punya rencana jauh ke depan agar sepak bola Indonesia bisa maju,” tegasnya.

Pada Kongres Luar Biasa di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, pada 27 Juni 2019 lalu, PSSI telah meminta pemilihan ketua umum dan Exco baru PSSI untuk periode 2020-2024 digelar pada 2 November 2019 mendatang.

Kendati demikian, wacana PSSI untuk memilih ketua umum pada awal November dikabarkan mendapat penolakan dari FIFA. Induk sepak bola dunia itu meminta agar PSSI melakukan pemilihan ketua umum baru sesuai dengan agenda awal, yakni pada Januari 2020.

Saat ini, PSSI dipimpin oleh Iwan Budianto yang menjabat sebagai pelaksana tugas ketua umum. Ketua umum sebelumnya, Joko Driyono, kini berstatus tersangka atas kasus perusakan alat bukti pengusutan kasus pengaturan skor sepak bola. Joko pun sudah divonis penjara 1 tahun 6 bulan dan kini mengajukan banding.