In-depth

Mengingat Kembali Kehebatan Budi Sudarsono, 'Si Ular Piton' Andalan Timnas Indonesia

Minggu, 8 September 2019 07:55 WIB
Editor: Prio Hari Kristanto
© http://infosepakbolaindonesia.blogspot.com
Legenda Timnas Indonesia, Budi sudarsono Copyright: © http://infosepakbolaindonesia.blogspot.com
Legenda Timnas Indonesia, Budi sudarsono

INDOSPORT.COM - Baru-baru ini sebuah foto yang menampakan wajah mantan pesepakbola Budi Sudarsono menjual sepatu tengah viral di media sosial. 

Berawal dari unggahan akun Twitter, @NimalMaula24, publik dikejutkan dengan sebuah unggahan yang menampilkan Budi Sudarsono tampak sedang berjualan sepatu. 

Sontak saja hal ini pun menjadi viral. Tak sedikit yang mempertanyakan apakah benar sosok yang di dalam foto tersebut ialah Budi Sudarsono alias Budi Piton, penyerang legendaris Indonesia.

Ketika dihubungi oleh pihak INDOSPORT. Budi Sudarsono mengakui memang di dalam foto tersebut adalah dirinya. 

Namun, ia memberikan klarifikasi bahwa ia saat itu sedang meramaikan suasana saat berbelanja. Bukan berjualan seperti yang orang-orang asumsikan.

Peristiwa ini pun seakan membawa kita kepada ingatan masa lalu tentang kehebatan Budi saat masih aktif mengolah si kulit bundar. 

Petualang Klub

Budi Sudarsono dilahirkan di Kediri, Jawa Timur, 39 tahun yang lalu. Meski lahir di Kediri, Jawa Tengah, Budi Sudarsono mengawali karier sepak bola profesionalnya dengan bergabung bersama salah satu klub raksasa nasional, Persebaya Surabaya pada musim 1999/2000.

Karena memiliki kemampuan komplit sebagai seorang penyerang andal, Budi kemudian dikontrak persija pada musim 2002-2002. Pada kesempatan itu ia berhasil menyumbangkan 23 gol dalam 47 penampilannya. 

Di akhir musim Budi kemudian pindah ke Deltras dan kembali lagi pada 2003-2004, di periode keduanya ini Si Piton hanya melesakan 6 gol dari 14 kali kesempatan.

Selain membela tim Macan Kemayoran, Budi juga tak ragu-ragu saat menerima pinangan rival abadi tim Ibukota yakni Persib Bandung. Pemain 29 tahun itu bergabung dengan Maung Bandung di 2009-2010, di mana dia tampil 25 kali dan mencetak 4 gol.

Selain itu pemain yang disebut-sebut sebagai Didier Drogba-nya Indonesia ini juga pernah membela Sriwijaya, Persik Kediri, serta Polis Diraja Malaysia (PDRM), klub anggota Liga Super Malaysia di mana Budi dikontrak selama 4 bulan (8 kali main 6 gol).

Sementara karier tercepatnya adalah bersama klub Malaysia,Polis Diraja Malaysia (PDRM), selama 4 bulan. 

Selama berseragam Persebaya Si Piton hanya setahun dari 1999-2000, Persija Jakarta (2001-2002/2003-2004), Deltras (2002-2003) dan 2011-2012, Persik Kediri (2007-2008), Sriwijaya (2008-2009) dan 2010-2011, Persib Bandung (2009-2010), serta Persenga (2012-2013).

Budi 'Piton' Sudarsono

Budi Sudarsono juga pernah lama menjadi andalan tim nasional (timnas) Indonesia di lini depan. Kecepatan, driblling, serta gocekan mautnya, menjadi momok menakutkan bagi lawan-lawannya saat tampil di lapangan.

Karena kepiawaiannya ia pun dijuluki si Ular Piton akibat pergerakannya yang licin bagai ular. Ada pula yang sering memanggilnya dengan sebutan Budigol. 

Selama kariernya Budi telah mencetak 143 gol baik selama berseragam timnas maupun klub.

Beberapa klub besar Tanah Air seperti Persib Bandung, Sriwijaya, hingga Persija Jakarta pun pernah merasakan servisnya. 

Penampilan Budi yang dikenal kalem ini selalu menjadi perhatian tim lawan, demikian pula dengan ciri khas berambut gondrong. Sayangnya terkadang dalam beberapa penampilan ia berubah 180 derajat dan menjadi temperamen.

Si Gondrong yang Religius

Ada satu hal yang seolah sangat melekat dengan pemain bertinggi 174 cm itu dan membuatnya mudah dikenali yakni rambutnya yang selalu gondrong hingga saat ini. 

Di balik sosoknya yang berambut gondong dan terkesan sangar saat berada di lapangan, Budi Sudarsono ternyata adalah seorang yang religious. 

Selain itu ia dikenal sebagai pemain santun. Maklum saja karena ia termasuk salah satu pemain sepak bola nasional yang rajin beribadah.

Faktor pendidikan agama yang kuat juga membuatnya berani mengakui kesalahan dan berterus terang telah melakukan tindakan tidak fair terhadap pemain PSMS, Erwinsyah Hasibuan. 

Ia pun secara terbuka meminta maaf kepada PSMS itu. Di hadapan komisi disiplin (Komdis) Budi Sudarsono mengaku melakukan hal itu karena terprovokasi.