Liga Indonesia

Gagal Menang, Pelatih Arema FC Anggap Wasit Memimpin Tidak Jujur

Sabtu, 14 September 2019 08:20 WIB
Penulis: Ian Setiawan | Editor: Arum Kusuma Dewi
© Ian Setiawan/INDOSPORT.COM
Sylvano Comvalius mendapat cacian setelah gagal mengeksekusi penalti di laga Shopee Liga 1 2019 antara Arema FC vs Borneo FC di Stadion Kanjuruhan. Copyright: © Ian Setiawan/INDOSPORT.COM
Sylvano Comvalius mendapat cacian setelah gagal mengeksekusi penalti di laga Shopee Liga 1 2019 antara Arema FC vs Borneo FC di Stadion Kanjuruhan.

INDOSPORT.COM - Pelatih Arema FC, Milomir Seslija, menilai wasit tidak memimpin dengan jujur pasca anak asuhnya kembali gagal meraih kemenangan menjamu Borneo FC di Stadion Kanjuruhan, Jumat 13 September malam.

Hal itulah yang menjadi fokusnya dalam mengulas kinerja wasit pada laga semalam. Asep Yandis yang memimpin laga, disebutnya tidak jujur dalam memutuskan apa yang terjadi di lapangan.

Kejujuran yang dimaksudnya adalah soal pemberian penalti. Dalam ulasannya, setidaknya ada satu kali penalti lagi yang layak didapat Arema FC, selain penalti yang gagal dituntaskan oleh Sylvano Comvalius di menit 22.

"Wasit tidak memimpin secara cerdas. Harusnya, dia bisa lebih jujur lagi dalam memimpin laga," kata Milomir Seslija.

"Dia ragu untuk memberikan satu kali penalti lagi bagi kami. Di Eropa, sudah wajar jika wasit memutuskan sampai empat kali penalti, jika memang seharusnya demikian," sambungnya.

Satu lagi fokusnya adalah kepada sang asisten wasit, yang memutuskan dua kali offside bagi timnya. Gol heading Comvalius di menit 27 tidak disahkan, begitu pula proses peluang yang didapatkan Hamka Hamzah di akhir laga.

"Padahal, saya tidak pernah meminta mereka untuk memenangkan tim saya. Minimal, mereka harus jujur lagi dalam memimpin laga," sungut Milomir.

Dia pun berharap untuk para wasit agar lebih jeli lagi dalam keputusannya. Yang ironis, sejumlah keputusan yang tak tepat itu justru bersifat krusial, dan menimbulkan pro kontra yang pelik seusai peluit panjang laga Arema vs Borneo FC dibunyikan.