Liga Indonesia

Bhayangkara FC Jadi Runner-up Liga 1 U-16, Ini Komentar Legenda Persebaya Surabaya

Senin, 7 Oktober 2019 04:59 WIB
Penulis: Prabowo | Editor: Coro Mountana
© Ronald Seger Prabowo/INDOSPORT
Pemain Bhayangkara FC, Frezy Al Hudaifi (kiri) berebut bola dengan gelandang Tira-Persikabo U-16, Riski Paganta Ginting pada final Elite Pro Academy 2019 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (06/10/19). Copyright: © Ronald Seger Prabowo/INDOSPORT
Pemain Bhayangkara FC, Frezy Al Hudaifi (kiri) berebut bola dengan gelandang Tira-Persikabo U-16, Riski Paganta Ginting pada final Elite Pro Academy 2019 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (06/10/19).

INDOSPORT.COM - Bhayangkara FC U-16 harus puas menjadi runner-up Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U-16 2019. Dalam laga final, pasukan muda The Guardian takluk, 1-2 dari Tira Persikabo di Stadion Sultan Agung, Minggu (06/10/19) sore.

Meski kalah, namun Bhayangkara FC menunjukkan perjuangan luar biasa. Sempat tertinggal lewat penalti Nadhif Girasta Kosasih, tim yang bermarkas di Surabaya mampu menyamakan skor lewat Rano Juliati.

Mereka kembali tertinggal lewat penalti Resa Aditya Nugraha. Bhayangkara FC sempat mendapatkan hadiah penalti menjelang akhir babak kedua. Namun sepakan Isna Bayu Abdillah mampu ditepis kiper Dimas Maulana.

Pelatih Bhayangkara FC U-16, Anang Ma'ruf tetap bangga meski gelar juara gagal diraih anak asuhnya. Baginya, Mochamad Restu Agung dan kolega sudah tampil maksimal.

"Saya bangga atas kerja keras semua pemain, perjuangan mereka luar biasa. Jadi memang kita harus siap menang dan siap kalah, ya itu lah sepak bola," kata Anang kepada awak media termasuk INDOSPORT usai pertandingan.

"Dengan usia masih segitu (kurang 16 tahun), saya sebagai pelatih bangga pemain bisa menunjukkan sepak bola yang baik. Saya kira anak-anak sudah maksimal," tambah dia.

Legenda hidup Persebaya Surabaya itu memaparkan, faktor mental masih jadi cacatan dirinya. Kegagalan penalti dan dua kali hukuman sepakan 12-pas jadi salah satu contohnya.

"Penalti lawan terjadi karena konsentrasi yang kurang bagus. Pelanggaran itu terjadi di titik rawan yang sebenarnya sudah kami ingatkan," tegas legenda Persebaya Surabaya tersebut.