In-depth

Dulu Semenjana Kini Disegani, Rahasia Kebangkitan Laos dan Kamboja di Kualifikasi Piala Asia U-19 2020

Rabu, 13 November 2019 15:46 WIB
Editor: Prio Hari Kristanto
© Facebook/@camfootball1933
Menguak rahasia kebangkitan Laos dan Kamboja hingga akhirnya mampu lolos ke putaran final Piala Asia U-19 2020. Copyright: © Facebook/@camfootball1933
Menguak rahasia kebangkitan Laos dan Kamboja hingga akhirnya mampu lolos ke putaran final Piala Asia U-19 2020.

INDOSPORT.COM - Menguak rahasia kebangkitan Laos dan Kamboja hingga akhirnya mampu lolos ke putaran final Piala Asia U-19 2020

Timnas Indonesia U-19 memastikan diri lolos ke Piala Asia U-19 setelah menempati posisi teratas Grup K. Bagus Kahfi dkk mengunci tiket ke Piala Asia U-19 2020 usai menahan imbang Korea Utara.

Termasuk Indonesia, lima negara dari Asia Tenggara telah memastikan tiket babak utama Piala Asia U-19 2020. Menariknya, dari lima negara ini tak ada nama Thailand di dalamnya. 

Justru dua negara semenjana di sepak bola Asia Tenggara, yakni Laos dan Kamboja, mampu lolos ke putaran final Piala Asia U-19 2020. 

Laos dan Kamboja menemani tiga negara Asia Tenggara lainnya, Indonesia, Malaysia, dan Vietnam, melaju ke putaran final Piala Asia U-19.

Untuk kali pertama Kamboja berpartisipasi di kompetisi selevel Piala Asia usai menjadi runner-up di Grup G tepat di bawah Malaysia. 

Menariknya, Kamboja berhasil menyisihkan raksasa Asia Tenggara, Thailand, yang harus puas di peringkat ketiga usai menelan dua kekalahan. 

Kamboja secara impresif menjadi runner-up Grup G dengan koleksi tiga kemenangan dan satu kekalahan. Di grup ini Kamboja sukses menekuk tim kuat Thailand 2-1. Kamboja hanya kalah dari Malaysia 5-4.

Penampilan anak-anak muda Kamboja ini pun memberikan secerca harapan. Tidak tiap saat kita bisa melihat Kamboja mengalahkan Thailand. 

Sementara Laos secara fantastis tampil tak terkalahkan di Grup H. Mereka menahan imbang negara kuat Australia 2-2, menumbangkan Chinese Taipei 2-1, dan membantai Macau 6-0. Laos pun lolos sebagai runner-up terbaik. 

Laos memang belum berprestasi di level senior. Namun pencapaian mereka di level U-19 ini patut diapresiasi. Ini merupakan pertanda baik bagi persepakbolaan Asia Tenggara yang mampu bersaing sampai level Asia.

Rahasia Kebangkitan

Bagi kita yang tak mengikuti perkembangan sepak bola di Kamboja dan Laos, tentu hasil ini mengejutkan. Namun, jika dilihat secara persiapan, hasil tersebut layak untuk tim Kamboja. Sebab, mereka telah tertempa dengan sebuah kompetisi profesional.

Dilansir dari Vocketfc, para pemain Timnas Kamboja U-19 ini mengikuti C-League alias kompetisi kasta teratas sepak bola Kamboja musim 2019. Mereka menggunakan nama Bati Youth.

Bati Youth yang berisikan pemain-pemain belia itu memang hanya menjadi bulan-bulanan di C-League 2019. Dari 26 pertandingan, mereka bahkan cuma mampu menang sekali, sekali imbang, dan sisanya kalah. 

Walau menyelesaikan kompetisi C-League 2019 sebagai juru kunci, namun pengalaman itu membuat mereka semakin solid, terutama dalam aspek mental. 

Kamboja terbukti mampu menumbangkan tim kuat seperti Thailand. Mereka pun bermain cukup baik. 

Tanda-tanda solidnya tim U-19 Kamboja sebenarnya sudah mulai terlihat sejak Piala AFF u-18 2019. Walau tak menjadi juara grup, mereka mampu meraih dua kemenangan penting atas Thailand (3-4) dan Vietnam (1-2). 

Lain Kamboja, lain pula dengan Laos. Laos memiliki kisah kebangkitannya sendiri yang sedikit unik. 

Perjalanan pelatih V. Sundram Moorthy membawa Laos lolos dimulai dengan menahan imbang Australia 2-2 di partai pembuka. Setelahnya, negara yang beribu kota di Vientiane itu mengalahkan China Taipei 2-1 dan membantai Macau 6-0 di partai penentu.

Laos kemudian menempati peringkat dua di bawah Australia. Laos kalah selisih empat gol meski sama-sama mengemas tujuh poin. Namun, perolehan itu sudah cukup bagi Laos untuk masuk di lima besar runner-up terbaik.

Dilansir dari The Straits Times, V. Sundram Moorthy mulai menjabat sebagai pelatih Laos senior pada Oktober tahun lalu. Namun, ketika Laos senior tersingkir di babak pertama Kualifikasi Piala Dunia 2022, Sundram Moorthy memilih fokus ke tim U-19.

Pria asal Singapura itu kemudian 'blusukan' ke 17 provinsi di Laos yang menghasilkan temuan 10 pemain baru. Ia kemudian merasa puas karena pemain yang ditemukannya memiliki semangat dan keinginan untuk meraih sesuatu.

Kesuksesan ini membuat Laos kembali ambil bagian di putaran final Piala AFC U-19 sejak terakhir kali tampil pada 2004. Sundram Moorthy menyatakan akan bekerja keras untuk terus mengambangkan bibit muda lokal dan tentunya melakukan persiapan matang.

IDS Emoticon Suka
Suka
30%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
10%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
10%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
40%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
10%