Liga Indonesia

Persib Bandung dan Rene Alberts yang Tak Pernah Bisa Mendatangkan Bomber Tajam

Rabu, 29 Januari 2020 11:53 WIB
Penulis: Arief Tirtana | Editor: Theresia Ruth Simanjuntak
© [email protected]_official
Robert Rene Alberts selalu gagal menghadirkan bomber tajam buat klub yang dilatihnya di Liga 1. Akankah itu berlanjut di Persib Bandung musim ini? Copyright: © Instagram@persib_official
Robert Rene Alberts selalu gagal menghadirkan bomber tajam buat klub yang dilatihnya di Liga 1. Akankah itu berlanjut di Persib Bandung musim ini?

INDOSPORT.COM - Robert Rene Alberts selalu gagal menghadirkan bomber tajam buat klub yang dilatihnya di Liga 1. Akankah itu berlanjut di Persib Bandung musim ini?

Menjadi salah satu pelatih asing yang sukses di Indonesia, Robert Rene Alberts nyatanya memiliki catatan minor. Dia tak bisa menghadirkan bomber-bomber tajam di setiap klub yang dibesutnya.

Catatan minor tersebut sudah mulai terlihat tanda-tandanya kala Robert Rene Alberts pertama kali menjejakan kakinya di Liga Indonesia.

Membesut Arema Indonesia kala itu, Robert Rene Albert yang sukses memberikan gelar juara Liga Indonesia 2019/10 justru mengandalkan Roman Chamelo sebagai pencetak gol terbanyak timnya, dengan total 14 gol. Padahal, jika melihat posisi bermain, Chamelo bukanlah tipikal bomber, melainkan seornag second striker yang lebih banyak muncul dari lini kedua.

Di musim yang sama di Arema Indonesia memang ada juga penyerang asal Singapura, Noh Alam Syah. Tetapi sama seperti Chamelo, Noh Alam Syah juga bukanlah penyerang yang gemar berdiam di kotak penalti. Dirinya merupakan penyerang yang senang mencari bola ke belakang, maupun ke sisi kanan dan kiri lapangan.

PSM Makassar

Catatan Minor itu semakin terlihat nyata ketika Robert Rene Alberts mulai menungkangi PSM Makassar di Liga 1 2017. Silih berganti penyerang dengan label bintang datang ke klub berjuluk Juku Eja itu, tak satupun yang bisa muncul sebagai bomber tajam di bawah tangan Robert Rene Alberts. 

Di Liga 1 2017 meski memiliki dua bomber di lini depan, Reinaldo dan Pavel Purishkin, Robert Rene Alberts justru lebih mengandalkan pemain tengahnya, Wiljan Pluim,  untuk mencetak gol. Di musim itu, Pluim muncul sebagai top skor PSM Makassar dengan torehan 12 gol.

Di musim selanjutnya kembali berulang. Meski mendatangkan bomber yang memiliki rekam jejak bagus dalam mencetak gol, Bruce Djite dan Sandro, justru penyerang yang bertipikal sebagai winger Ferdinand Sinaga yang muncul sebagai top skor PSM Makassar dengan 11 golnya.

Sulitnya menghadirkan penyerang tajam memang sedikit bisa dihilangkan Robert Rene Alberts ketika dirinya hijrah ke Persib Bandung musim lalu.

Di klub berjuluk Maung Bandung itu, Robert Rene Alberts beruntung memiliki penyerang yang sejak musim sebelumnya sudah ada, Ezechiel N'Douasel.  Sebagai bomber, Ezechiel N'Douasel berhasil menjadi top skor klub dengan 15 golnya. 

Akan tetapi, memang Ezechiel N'Douasel bukanlah bomber yang langsung didatangkan Robert Rene Alberts. Dan di bawah pelatih asal Belanda itu, torehan N'Douasel justru menurun dari musim sebelumnya.

Dan sepeninggal Ezechiel N'Douasel saat ini, menarik untuk menanti apakah Robert Rene Alberts bisa mengakhiri catatan minornya gagal mendatangkan bomber tajam di Persib Bandung. Apalagi, di Liga 1 2020 mereka baru saja kedatangan penyerang jebolan Ajax Amsterdam, Geoffrey Castillion.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%