In-depth

Ralf Rangnick, Sang Katalis Sepak Bola Jerman yang Siap Sulap AC Milan

Selasa, 4 Februari 2020 06:05 WIB
Editor: Prio Hari Kristanto
© Sport Bild
Ralf Rangnick dirumorkan segera menjadi pelatih kepala AC Milan. Copyright: © Sport Bild
Ralf Rangnick dirumorkan segera menjadi pelatih kepala AC Milan.

INDOSPORT.COM - Ralf Rangnick bukanlah nama sembarangan di sepak bola Jerman. Rekam jejaknya yang gemilang diyakini sanggup mengembalikan kejayaan AC Milan.

Klub raksasa Serie A Italia, AC Milan, dikabarkan tengah mengincar eks pelatih RB Leipzig, Ralf Rangnick, musim panas nanti. 

Seperti dilaporkan oleh Bild, pembicaraan antara Rossoneri dengan pelatih asal Jerman itu saat ini sudah dilakukan.

Akan tetapi, belum jelas posisi apa yang bakal diisi oleh Ralf Rangnick di AC Milan. Pasalnya, pria 61 tahun tersebut sudah meninggalkan dunia kepelatihan tahun 2019 lalu untuk bergabung menjadi kepala Hubungan Internasional di Red Bull.

Namun, Bild melaporkan kemungkinan besar Rangnick bakal mengisi dua jabatan sekaligus di San Siro. Rangnick diplot untuk menggantikan Stefano Pioli sebagai pelatih kepala sekaligus menjadi Direktur Olahraga yang memegang peranan penting pada sektor pencarian bakat.

Walau masih samar-samar, kabar kedekatan Milan dengan Rangnick sejatinya sudah mulai muncul ke permukaan pada bulan Januari lalu. Walau membantah kabar itu, Rangnick tak mengelak dirinya tertarik untuk memegang AC Milan, tim favoritnya sejak tahun 80-an.

Katalis Sepak Bola Jerman

Ralf Rangnick bukanlah nama sembarangan di sepak bola Jerman. Memiliki latar belakang sebagai pemain sepak bola, Rangnick membangun karier kepelatihan yang terbilang fenomenal di Jerman. 

Mulai melatih pada dekade 80-an, reputasi Rangnick terus terbangun sampai akhirnya mencapai kemapanan di Bundesliga. Pelatih kelahiran Backnang, Jerman Barat, ini telah melatih sejumlah klub ternama di Bundesliga seperti VfB Stuttgart, Schalke 04, sampai RB Leipzig. 

Namun, kehebatannya mulai diakui saat membawa klub semenjana 1899 Hoffenheim promosi ke Bundesliga pada medio 2000-an. Memegang status sebagai runner-up Bundesliga bersama Schalke 04, Rangnick mengambil keputusan berani dengan menangani klub Hoffenheim yang berlaga di kasta ketiga pada musim 2006-2007. 

Ketika banyak orang mengira kariernya selesai, Rangnick justru membuktikan bahwa semuanya baru saja dimulai. Ia melakukan pekerjaan fantastis dengan membawa Hoffenheim untuk pertama kalinya promosi ke Bundesliga 2 pada musim 2007-2008. 

Tak berlama-lama di kasta kedua, ia sukses membawa Hoffenheim mencetak sejarah dengan promosi ke Bundesliga semusim berselang atau musim 2008-2009. Di sinilah gelar katalis sepak bola Jerman perlahan menempel pada dirinya. 

Ia adalah sosok yang mampu dengan singkat membawa sebuah sebuah tim merangkak ke prestasi yang bahkan tak terbayangkan. Rangnick bagaikan zat pemercepat (katalis) dalam istilah kimia yang siap memberikan reaksi nyata. 

Kerja bagus Rangnick di Hoffenheim pun menarik perhatian RB Leipzig. Hebatnya, gelar katalis sepak bola Jerman tetap melekat ketika ia hijrah ke klub asal Jerman Timur itu.

Double Job Sebagai Kunci Keberhasilan 

Ralf Rangnick tiba di RB Leipzig pada musim 2012-2013. Menariknya, ia datang bukan sebagai pelatih kepala, melainkan ditunjuk sebagai direktur olahraga. 

Ternyata, Rangnick juga memiliki kemampuan mumpuni sebagai seorang pencari bakat. Kejeliannya dalam mencari pemain-pemain yang tepat guna di Hoffenheim rupanya membuat Leipzig tertarik untuk menyodorinya peran sebagai direktur olahraga. 

Hasilnya, RB Leipzig yang di masa itu dikenal sebagai tim kasta bawah, mulai mencuri perhatian dengan promosi ke Bundesliga 2 pada musim 2014-2015. 

Di musim tersebut Leipzig melakukan investasi besar-besaran dengan mendatangkan pemain-pemain potensial seperti Davie Selke dari Werder Bremen, Atınç Nukan dari Beşiktaş, sampai Willi Orban dari FC Kaiserslautern.

Ternyata pemain-pemain ini menjadi tulang punggung yang membantu tim promosi di akhir musim 2015-2016. Siapa lagi otak kesuksesan itu kalau bukan karena buah pengamatan jeli seorang Ralf Rangnick.

Menariknya, di musim 2015-2016 itu, RB Leipzig dilatih langsung oleh Ralf Rangnick yang turun gunung dari jabatan direktur olahraga. Walau menjadi pelatih kepala, Rangnick juga menjalani peran bayangan sebagai pencari bakat pemain. 

Musim Gila Ralf Rangnick

Sukses membawa Leipzig promosi, Rangnick memutuskan untuk kembali ke kursi direksi. Posisi pelatih kepala pun diserahkan kepada Ralph Hasenhuttel.

Pencapaian Hasenhuttel sama sekali tak buruk. Ia sanggup membawa tim dengan mayoritas pemain warisan Ringnick ke posisi runner-up di bawah sang juara, Bayern Munchen. 

Musim berikutnya berjalan kurang mulus. Leipzig melorot ke posisi enam.  Hasenhuttel pun didepak. Penggantinya tak lain dan tak bukan adalah Ralf Rangnick. 

Musim 2018-2019 bisa jadi merupakan musim terbaiknya di Bundesliga. Walau tak menyamai rekornya saat membawa Schalke finis di nomor dua, namun ia sanggup mengembalikan posisi tiga besar untuk RB Lepzig dan secara konsisten mencoba mengganggu dominasi Munchen dan Dortmund. 

Kembalinya Leipzig ke tiga besar terbilang fenomenal karena tim ini bukanlah klub yang mampu belanja pemain mahal. Namun di tangan Rangnick, Leipzig dibawa kembali berlaga di Liga Champions.

Warisan Rangnick pun masih tetap eksis di tim RB Leipzig musim 2019-2020 berjalan ini. Menariknya, suksesor Rangnick di Leipzig adalah si muda jenius, Julian Nagelsmann.

Nagelsmann merupakan pelatih yang membuat kejutan di Bundesliga bersama Hoffhenheim, tim yang dibawa Ralf Rangnick ke kasta teratas sepak bola Jerman. Bagaikan titisan, Nagelsmann kembali melanjutkan karya Rangnick di RB Leipzig. 

Jurgen Klopp pun Mengaguminya

Kerja nyata Ralf Rangnick di RB Leipzig pun sampai mengundang decak kagum seorang Jurgen Klopp, pelatih jenius lainnya dari Jerman yang kini melatih Liverpool.

Hal ini dibuktikan dengan keputusan Jurgen Klopp yang membawa banyak pemain pilihan Ralf Rangnick di klub-klub yang pernah dipegangnya. Setidaknya ada lima mantan anak asuh Rangnick yang kini dilatih oleh Klopp. 

Mereka adalah Roberto Firmino, Naby Keita, Sadio Mane, Joel Matip, dan teranyar Takumi Minamino. Firmino sempat diasuh oleh Rangnick saat bekerja sama di Hoffenheim, sementara Joel Matip dibeli dari Schalke 04. 

Sedangkan Keita dan Mane sama-sama dibeli dari RB Salzburg yang mana saat itu didatangkan oleh Ralf Rangnick saat menjabat sebagai direktur olahraga klub. Ya, Rangnick memang setia bersama Red Bulls.

Ia pernah menjadi direktur olahraga di klub RB Salzburg maupun RB Leipzig. Saat ini, ia pun disibukkan dengan tugas serupa di klub MLS, New York Red Bulls. 

Kecenderungan Klopp yang mengambil pemain-pemain pilihan Rangnick pun diakui langsung oleh sang katalisator. 

"Saya pikir, di antara klub-klub top Eropa, dia (Klopp) sepertinya memiliki mantan pemain saya yang paling banyak," tutur Rangnick dikutip dari Goal English. 

Pendekatan taktik Klopp dan Rangnick yang mirip disinyalir jadi penyebab utama kecocokan kedua pelatih beda generasi ini. 

Setelah melihat CV luar biasa Ralf Rangnick dan juga kerja Jurgen Klopp di Liverpool, AC Milan pun sepertinya ingin ikut disulap menjadi tim besar dunia lagi untuk kesekian kalinya.