In-depth

Main di Liga 1, Mampukah Sirvi Arvani Hancurkan Kutukan Top Skor Liga 2?

Senin, 23 Maret 2020 15:02 WIB
Editor: Rafif Rahedian
© Media Persita
Pemain Persita Tangerang sekaligus top skor Liga 2 2019, Sirvi Arvani sejauh ini belum mampu menunjukkan indikasi akan menghancurkan kutukan saat main di kasta teratas sepak bola Indonesia. Copyright: © Media Persita
Pemain Persita Tangerang sekaligus top skor Liga 2 2019, Sirvi Arvani sejauh ini belum mampu menunjukkan indikasi akan menghancurkan kutukan saat main di kasta teratas sepak bola Indonesia.

INDOSPORT.COM – Pemain Persita Tangerang sekaligus top skor Liga 2 2019, Sirvi Arvani sejauh ini belum mampu menunjukkan indikasi akan menghancurkan kutukan saat main di kasta teratas sepak bola Indonesia.

Sekedar mengingatkan kembali, Sirvi Arvani merupakan pemain Persita yang berperan penting dalam keberhasilannya meraih promosi Liga 1 2020. Bagaimana tidak, ia mampu menyandang status mesin gol Laskar Cisadane di Liga 2 2019 kemarin.

Jika dijumlahkan, penyerang yang masih berusia 28 tahun tersebut berhasil mengoleksi 14 gol sepanjang Liga 2 musim lalu. Ia mampu mengalahkan dua pemain yang sempat dipanggil Timnas Indonesia U-23, Septian Bagaskara (Persik Kediri) dan Ilham Fathoni (PSMS Medan).

Sirvi Arvani sendiri memiliki mental yang cukup bagus ketika berada di depan gawang lawan. Terbukti, dirinya mampu mencetak gol laga final Liga 2 2019 melawan Persik. Itu sedikit menjaslkan bahwa Sirvi Arvani cukup berkualitas.

Karena tak semua pemain lokal bisa memperlihatkan kualitasnya di pertandingan penting sekaliber final Liga 2. Sang pemain tentunya haus memiliki mental yang kuat saat merasakan atmosfer partai puncak.

Namun saat mencoba beraksi di kompetisi paling elite di Indonesia, Sirvi Arvani belum mampu menunjukkan penampilan apik. Hingga pekan ke-3 Liga 1 2020, Sirvi Arvani masih kesulitan mencari gol perdananya.

Terhitung, pemain yang sempat membela Persepam Madura Utama itu hanya diberikan kesempatan bermain dua kali di Liga 1 2020. Bahkan Sirvi Arvani belum mendapatkan kepercayaan untuk mengisi starter di lini serang Persita.

Pelatih Widodo Cahyono Putro lebih mengandalkan trio Samsul Arif, Yevhen Budnik, dan Kito Chandra. Trio tersebut sudah dimainkan oleh Widodo sebanyak dua kali di ajang Liga 1 2020 ini.

Sirvi Arvani sendiri hanya mencicipi atmosfer Liga 1 2020 di babak kedua, di mana ia baru mengumpulkan 44 menit bermain dalam dua laga. Kesempatan terbanyaknya terjadi ketika Persita bertandang ke markas Persikabo.

Menurut laporan situs Transfermarkt, Sirvi Arvani tampil selama 38 menit. Sayangnya, ia tak mampu memberikan kontribusi nyatanya sehingga Persita harus pulang dengan kekalahan 1-3.

Sebelumnya, Sirvi Arvani hanya bermain selama kurang lebih 6 menit dalam pertandingan debutnya di kompetisi Liga 1 2020. Itu terjadi ketika Persita bermain imbang 1-1 dengan PSM Makassar.

Saat menjalani kompetisi Liga 1 2020 ini, Sirvi Arvani sendiri dibayangi kutukan. Mengingat, sejak 2017 lalu, belum ada top skor Liga 2 yang mampu tampil produktif di kasta teratas sepak bola tanah air.

© Google
Rivaldi Bawuo Copyright: GoogleRivaldi Bawuo saat bermain dengan Kalteng Putra di Liga 2 2017.

Kutukan itu diawali oleh mantan mesin gol Kalteng Putra, Rivaldi Bawuo. Penyerang berusia 26 tahun tersebut mampu menyandang status top skor Liga 1 2017 dengan koleksi 17 gol.

Namun ketika tampil di Liga 1 2018 bersama Arema FC, Rivaldi Bawuo hanya mampu mengemas 5 gol dan 1 assist dari 24 pertandingan.

Pada musim berikutnya, top skor Liga 2 2018 milik PS Mojokerto Putra Indra Setiawan bahkan tak mampu bermain di kasta teratas sepak bola Indonesia. Sekedar informasi, ia mampu mengoleksi 29 gol di sepanjang Liga 2 2018 lalu.

Meski catatannya menterang, Indra Setiawan sendiri gagal merebut hati klub Liga 1. Ia sempat diberikan kesempatan seleksi di klub ternama Persija Jakarta, namun dirinya dikabarkan mundur dari trial tersebut.

Salah satu alasannya adalah Indra Setiawan mendapatkan tawaran dari klub Liga 1 lainnya. Namun hingga kompetisi Liga 1 2019 berakhir, nama Indra Setiawan tidak terlihat di kasta teratas tanah air.

Situasi ini mungkin saja membuat Sirvi Arvani sebagai top skor Liga 2 2019 sedikit mendapatkan beban. Karena dirinya harus tampil lebih baik dari dua pencetak gol terbanyak kasta kedua Indonesia lalu.

Lalu apakah Sirvi Arvani bisa menghancurkan kutukan top skor Liga 2 bersama Persita? Jawaban itu hanya akan terjawab hingga kompetisi Liga 1 2020 berakhir.