Liga Indonesia

Bek Asing PSS Sleman Bersyukur Bisa Pulang Kampung Meski Harus Dikarantina

Rabu, 1 April 2020 19:52 WIB
Penulis: Ronald Seger Prabowo | Editor: Ivan Reinhard Manurung
© Adriyan Adirizky/INDOSPORT
Perasaan campur-aduk dialami bek asing klub Liga 1 PSS Sleman, Aaron Evans yang akhirnya bisa pulang ke Australia. Copyright: © Adriyan Adirizky/INDOSPORT
Perasaan campur-aduk dialami bek asing klub Liga 1 PSS Sleman, Aaron Evans yang akhirnya bisa pulang ke Australia.

INDOSPORT.COM - Perasaan campur-aduk dialami bek asing klub Liga 1 PSS Sleman, Aaron Evans. Pemain berusia 26 itu bersyukur akhirnya bisa kembali pulang kampung ke negara asalnya, Australia.

Sebelumnya, eks stopper PSM Makassar tersebut memilih stay di Sleman setelah pemerintah Negeri Kanguru memberlakukan lockdown karena wabah virus corona. Namun pekan lalu, pemerintah setempat memberikan kebijakan agar seluruh warga negara Australia segera kembali.

"Saat kebijakan itu muncul, saya berkomunikasi dengan manajemen dan perwakilan pemerintah di Indonesia. Setelah mendapatkan kejelasan, saya akhirnya pulang ke Australia," kata Evans, saat dihubungi Rabu (01/04/20).

Meski demikian, pemain bernomor punggung 2 di PSS Sleman itu tak serta-merta langsung pulang ke rumah dan bertemu keluarga. Namun Evans diwajibkan mengkarantina mandiri setelah mendarat di Australia.

"Pemerintah Australia memang meminta warganya untuk mengkarantina mandiri lebih dulu selama 14 hari. Saya tinggal di hotel dulu sebelum nanti pulang ke rumah," tegasnya.

Saat stay di Sleman, Evans rajin menjaga kebugaran dan kondisi fisik. Dirinya tak ingin performa menurun saat libur latihan dan kompetisi, apalagi eks Barito Putera itu jadi bek andalan pelatih Dejan Antonic.

"Secara pribadi saya terus melakukan latihan dan berusaha agar kebugaran saya tetap prima. Sambil berupaya menjaga agar tubuh saya tetap sehat, sehingga performa tidam menurun," ujar dia.

Sekadar informasi, kompetisi Liga 1 2020 belum ada tanda-tanda kapan akan kembali dilanjutkan. Kondisi itu lantaran wabah virus corona di Indonesia yang semakin bertambah setiap harinya.

IDS Emoticon Suka
Suka
100%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%