Liga Indonesia

Arema di Piala Indonesia 2010: Awal yang Baik, Kontroversi di Akhir

Selasa, 21 April 2020 07:40 WIB
Penulis: Ian Setiawan | Editor: Coro Mountana
© Ian Setiawan/INDOSPORT
Selebrasi gol Arema Indonesia, Aremania. Copyright: © Ian Setiawan/INDOSPORT
Selebrasi gol Arema Indonesia, Aremania.

INDOSPORT.COM – Arema Indonesia mengawali perjalanan di Piala Indonesia 2010 dengan baik tapi berakhir dengan antiklimaks berbalut kontroversi.

Ditunjuk sebagai satu dari delapan tim tuan rumah pada babak 32 besar, Arema tampil sempurna dengan status tak terkalahkan. Anak asuh Robert Rene Alberts lolos ke babak 16 besar setelah finish sebagai Juara Grup E dan tak terkalahkan. 

Mohamad Noh Alam Shah dkk pun melanjutkan episode positif itu di fase kedua. Arema kembali berstatus tak terkalahkan sekaligus menjadi penguasa Grup L, setelah meraup 9 poin ke babak 8 besar. 

Euforia juara kompetisi ISL, juga merembet kepada motivasi pemain. Tim kebanggaan Aremania meneruskan kegagahan mereka saat bersua Persib Bandung, dengan memenangi dua leg pertemuan hingga berujung agregat gol 3-2.

Sementara pada babak semifinal, giliran Persik Kediri yang menjadi bulan-bulanan lini serang Arema. Tampil pincang atas kartu merah Fauzi Toldo menit 80, tim Macan Putih dilibas empat gol tanpa balas dalam pertemuan di Gelora Delta Sidoarjo.

Kontroversi Final

Peluang merengkuh double winner terbuka lebar, saat bertemu Sriwijaya FC di babak puncak. Sayangnya, tim Singo Edan gagal mencapainya setelah kalah tipis 1-2 dengan cara yang kontroversi.

© Ongisnade
Momen saat Sriwijaya FC tampil di final Piala Indonesia 2010 melawan Arema Indonesia. Copyright: OngisnadeMomen saat Sriwijaya FC tampil di final Piala Indonesia 2010 melawan Arema Indonesia.

Adalah Noh Alam Shah yang membuat laga berlangsung dramatis. Striker berpaspor Singapura itu melakukan tindakan brutal dengan menempatkan kakinya tepat di kepala bek SFC, Precious Emeujeraye, sehingga Wasit Jimmy Napitupulu langsung mengusirnya keluar lapangan menit 19.

Laga ini pun sempat terhenti hampir satu jam, setelah banyak pihak yang mengecam kepemimpinan Jimmy Napitupulu. Namun dengan kesigapan petugas keamanan, bayang-bayang kericuhan pun dapat dihindarkan, setelah puluhan ribu Aremania memadati seluruh tribune stadion Manahan Solo.

"Pertandingan tadi sulit dijabarkan. Pertandingan tadi cukup berat dan sangat sulit mengalahan Sriwijaya karena memiliki pemain yang bagus. Seandainya kami bermain dengan 11 orang saya yakin mampu mengimbangi," kata Pelatih Arema, Robert Rene Albert seperti dikutip Antara, Senin (02/08/10) silam.

* Babak 32 Besar Grup E

Arema Indonesia vs Persijap Jepara 3-0

Gol: Chmelo Roman (36’), Dendi Santoso (43’), Rony Firmansyah (90’)

Arema Indonesia vs Deltras Sidoarjo 1-0

Gol: Mohammad Noh Alam Shah (53’)

PS Mojokerto Putra vs Arema Indonesia 1-2

Gol: Fadli Sanusi (37’) - Sunarto (43’), Tomy Pranata (65’)

* Babak 16 Besar Grup L

Arema Indonesia vs Pelita Jaya 2-0

Gol: Rahmat Affandi (72’), Dendi Santoso (90’)

Persidafon Dafonsoro vs Arema Indonesia 0-1

Gol: Dendi Santoso (72’)

Arema Indonesia vs Persela Lamongan 1-0

Gol: Mochamad Fakhrudin (75’)

* Babak 8 Besar

Arema Indonesia vs Persib Bandung 3-0

Gol: Rahmat Affandi (58’), Pierre Njanka (69’pen), Dendi Santoso (70’)

Persib Bandung vs Arema Indonesia 2-0

Gol: Cristian Rene Martinez (26’), (76’)

© Ian Setiawan/INDOSPORT
Spanduk Arema Indonesia. Copyright: Ian Setiawan/INDOSPORTSpanduk Arema Indonesia.

* Babak Semifinal

Persik Kediri vs Arema Indonesia 0-4

Gol: Mohammad Ridhuan (44’), Irfan Raditya (47’), Mochamad Fakhrudin (82’), Rahmat Affandi (88’)

* Babak Final

Sriwijaya FC vs Arema Indonesia 2-1

Gol: Keith Kayamba (47’), Pavel Solomin (80’) - Mohammad Ridhuan (72’)

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%