Bola Internasional

Kisah Unik Bek Leeds United Berdarah Indonesia Saat Jadi Striker

Jumat, 15 Mei 2020 15:10 WIB
Editor: Rafif Rahedian
© Alex Dodd - CameraSport/Getty Images
Bek Leeds United berdarah Indonesia, Pascal Struijk nyatanya memiliki kisah unik sebagao striker. Copyright: © Alex Dodd - CameraSport/Getty Images
Bek Leeds United berdarah Indonesia, Pascal Struijk nyatanya memiliki kisah unik sebagao striker.

INDOSPORT.COM – Bek Leeds United berdarah Indonesia, Pascal Struijk nyatanya memiliki kisah unik dalam karier sepak bola profesionalnya. Mengingat, ia pernah dipercaya untuk menjadi seorang striker.

Pemain dengan nama lengkap Pascal Augustus Struijk ini lahir pada 11 Agustus 1999 di wilayah Deurne, Antwerp, Belgia dan berposisi sebagai bek tengah.

Meski lahir di Belgia, tetapi awal kiprah Struijk dimulai ketika masuk ke akademi klub Eredivisie Belanda ADO Den Haag pada 2014 silam.

Menurut laporan situs Transfermarkt, kini dirinya telah menjadi bagian tim muda Leeds United. Ia bahkan pernah menembus skuat utama Leeds United sebanyak dua kali.

Struijk sendiri memiliki garis keturunan Indonesia dari sang kakek dan nenek. Itu ia akui saat melakukan wawancara dengan sportmagazine.

"Darah Indonesia saya dari kakek dan nenek yang telah meninggalkan Hindia-Belanda ke Belanda. Jadi saya memiliki koneksi dengan Indonesia," ujarnya kepada sportmagazine.

Terlepas dari itu, kali ini INDOSPORT mencoba untuk menceritakan sedikit kisah Struijk yang tampil sebagai seorang striker di pentas Eropa.

Momen itu terjadi ketika bek berusia 20 tahun tersebut masih memperkuat klub ternama Liga Belanda Ajax Amsterdam U-19 pada 2017 lalu.

Menurut Transfermarkt, Struijk bermain sebagai striker sebanyak dua kali, yakni pada laga melawan Willem II U-19 dan NEC U-19.

Dalam dua kesempatan tersebut, sayangnya Struijk tersebut tak mampu menciptakan satupun gol. Dirinya hanya mampu mengoleksi satu assist.

Kesempatan pertama menjadi striker terjadi ketika Ajax U-19 bertemu dengan Willem II U-19 pada 4 November 2017 lalu. Saat itu Struijk bermain sebagai pemain pengganti.

Dirinya baru dimainkan pada awal babak kedua menggantikan pemain depan Ajax U-19, Che Nunnely. Hebatnya, Struijk berhasil menyumbangkan satu assist untuk Szabolcs Schon.

Ajax U-19 sendiri akhirnya berhasil menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan 4-2 atas Willem II.

Pada kesempatan kedua, Struijk diberi kesempatan untuk tampil sebagai penyerang tengah selama 90 menit penuh. Itu terjadi ketika Ajax U-19 berhadapan dengan NEC U-19.

Sayangnya, dalam pertandingan tersebut Struijk tak memberikan kontribusi nyata. Meski begitu, Ajax U-19 tetap mengantongi kemenangan 3-1 atas NEC U-19.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
100%