Liga Indonesia

Alasan Mulia PSIS Semarang yang Usulkan Turnamen Pengganti Liga 1

Minggu, 31 Mei 2020 18:01 WIB
Penulis: Alvin Syaptia Pratama | Editor: Cosmas Bayu Agung Sadhewo
© Alvin Syaptia Pratama/INDOSPORT
General Manager PSIS Wahyu Winarto saat melakukan jumpa pers di PSIS Office. Copyright: © Alvin Syaptia Pratama/INDOSPORT
General Manager PSIS Wahyu Winarto saat melakukan jumpa pers di PSIS Office.

INDOSPORT.COMPSIS Semarang menjadi salah satu klub yang mengusulkan kompetisi Liga 1 2020 dihentikan total akibat pandemi Covid-19.

Manajemen Laskar Mahesa Jenar tidak mau adanya risiko yang bisa berdampak kepada kesehatan pemain apabila kompetisi terpaksa dilanjutkan.

Selain itu, urusan akomodasi juga disorot oleh manajemen PSIS karena khawatir apabila Liga 1 2020 kembali berjalan klub-klub peserta kesulitan mencari moda transportasi karena besarnya letak geografis Indonesia.

Apabila klub-klub Liga 1 2020 tersebar dari Aceh yang berada di ujung barat hingga Jayapura yang berada di ujung timur Indonesia.

Oleh sebab itu, manajemen PSIS mengusulkan adanya turnamen pengganti. Adanya kompetisi pengganti diharapkan oleh pihak Laskar Mahesa Jenar supaya mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat Indonesia yang menggantungkan hidupnya di sepak bola.

“Kalau soal kelanjutan Liga 1 2020 kami memang usulkan berhenti. Namun kami usul ada turnamen pengganti dengan format home tournament untuk menggerakkan roda ekonomi. Di Indonesia kan cukup banyak yang menggantungkan hidup melalui olahraga sepak bola,” tutur General Manager PSIS, Wahyu Winarto, Minggu (31/05/20).

“Walaupun usul turnamen pengganti, kami juga meminta di tempat yang sekiranya aman dan perizinan di daerah tersebut tidak kesulitan dalam menggelar laga sepak bola. Kan tidak semua daerah mengizinkan adanya pertandingan bola kalau situasinya masih seperti ini,” pungkas pria yang akrab disapa Liluk ini.

Hingga Minggu (31/05/20), PSSI selaku induk sepak bola Indonesia memang belum menentukan nasib kompetisi karena masih meminta masukan dengan pihak-pihak terkait seperti Kementerian Dalam Negeri, Kepolisian, BNPB, dan jajaran kepala daerah.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%