In-depth

Sejarah Skandal Konyol Kualifikasi Piala Dunia "One Team in Tallinn"

Jumat, 9 Oktober 2020 12:05 WIB
Editor: Indra Citra Sena
© Twitter PLZ Soccer
Pemandangan laga Kualifikasi Piala Dunia 1998 bertajuk
Pemandangan laga Kualifikasi Piala Dunia 1998 bertajuk "One Team in Tallinn" antara Estonia vs Skotlandia, 9 Oktober 1996.

INDOSPORT.COM - Harus diakui sepak bola Eropa memang terdepan untuk urusan ketertiban tim-tim dalam menjalankan aturan yang berlaku, tapi bukan berarti Benua Biru bersih kasus atau skandal memalukan, terlebih di ajang sebesar Kualifikasi Piala Dunia.

Tepat 22 tahun silam, 9 Oktober 1996, jagat sepak bola Eropa direcoki oleh satu skandal yang belakangan dikenal dengan sebutan "One Team in Tallinn". Peristiwa ini melibatkan dua negara terkait laga Kualifikasi Piala Dunia 1998, yakni Estonia dan Skotlandia.

Ceritanya, Skotlandia yang akan bertandang ke Estonia mengirimkan surat kepada FIFA berisikan penjelasan perihal kurang memadainya lampu sorot di Stadion Kadriorg. Mereka merasa penerangan di beberapa sisi lapangan masuk kategori buruk.

Kondisi ini dirasakan Skotlandia saat melakukan latihan plus uji coba lapangan pada malam sebelum pertandingan. Permainan tim terganggu karena segenap pemain merasakan gelap di salah satu sisi lapangan. 

Skotlandia keberatan bila partai melawan Estonia dilangsungkan setelah matahari terbenam alias malam hari. Pelatih Craig Brown pun menyurati FIFA dan segera menerima respons dari salah seorang komisioner bernama Jean-Marie Gantenbain.

Sang komisioner terjun langsung melihat lokasi lalu mengajak perwakilan federasi sepak bola Skotlandia dan Estonia untuk mendiskusikan masalah ini. Solusi belakangan didapatkan kendati meninggalkan perasaan dongkol di kubu tuan rumah.

Gantenbain memutuskan duel dimajukan dari pukul 18.50 waktu setempat ke 15.00 di mana matahari belum terbenam. Alasannya karena pihak federasi sepak bola Estonia (EJL) tidak mampu meyakinkan FIFA soal perbaikan kapasitas sinar lampu sorot stadion.

Hari pertandingan tiba. Skotlandia bersiap memasuki lapangan bersama wasit dan ofisial lain, tapi ada pemandangan aneh di sana. Estonia sama sekali tidak menunjukkan batang hidungnya barang satu pemain saja.

Belakangan diketahui Estonia menolak bertanding sore hari itu karena kecewa dengan keputusan perubahan jadwal dari FIFA yang dinilai sangat mendadak. 

Kubu Skotlandia sempat berpikir tim lawan sengaja datang terlambat sebagai bentuk protes, tapi toh tidak ada tanda-tanda kemunculan setelah ditunggu beberapa menit.

Wasit akhirnya memutuskan kemenangan WO buat Skotlandia dan meminta pemain masuk lapangan, melakukan sepak mula, kemudian menembak bola ke gawang yang kosong. Sebuah formalitas yang umum dilakukan dalam situasi WO.

"Kami sudah meminta FIFA tidak menggeser jadwal pertandingan melawan Skotlandia," cetus wakil presiden EJL (PSSI-nya Estonia), Aiver Pohlak. 

"Mereka mewajibkan kami datang tengah hari bolong ketika pemain sedang menyantap makan siang. Kami baru akan meninggalkan kamp latihan sekitar pukul 16.00," ujarnya lagi.

Sore itu, Stadion Kadriorg dihadiri sekitar 1.000 suporter Skotlandia. Kasus langka ini lantas dijadikan bahan lawakan dengan menyanyikan lirik "One team in Tallinn, There's only one team in Tallinn" yang diaransemen secara spontan dari lagu terkenal asal Kuba, Guantanamera. 

Pasca-laga, FIFA sempat memberikan kemenangan gratisan 3-0 kepada Skotlandia, namun Estonia beruntung mendapat dukungan dari Presiden UEFA kala itu, Lennart Johansson. Dia meminta naik banding dan lantas dikabulkan oleh FIFA.

Keputusannya adalah menggelar pertandingan ulang di tempat netral pada 11 Februari 1997. Stadion Louis II di Monaco dipilih sebagai venue sehingga Estonia dan Skotlandia bisa bertanding lagi secara adil.

Hasilnya, kedua tim bermain sama kuat sampai bubaran dan skor kacamata menutup skandal "One Team in Tallinn". Skotlandia belakangan meraih satu tiket ke Piala Dunia 1998 dari grup tersebut menemani Austria berkat koleksi 23 poin dalam 10 partai.

Susunan Pemain

Estonia: ???
Cadangan: ???
Pelatih: Thordarson (Isl)

Skotlandia (4-3-3): 1-Goram; 2-McNamara, 3-Boyd, 4-Calderwood, 13-McKinlay; 6-Burley, 8-Lambert, 7-Collins; 11-McGinlay, 9-Dodds, 10-Jackson
Cadangan: -
Pelatih: Brown

Stadion: Kadriorg (1.000)
Gol: -
Wasit: Radoman (Yug)
Kartu Kuning: -
Kartu Merah: -