Bola Internasional

Media Malaysia Ikut Soroti Egy Maulana Vikri yang Dinilai Tak Berkembang

Sabtu, 14 November 2020 01:25 WIB
Penulis: Deodatus Kresna Murti Bayu Aji | Editor: Indra Citra Sena
© Mateusz Slodkowski/SOPA Images/LightRocket via Getty Images
Media Malaysia Ikut Soroti Egy Maulana Vikri yang Dinilai Tak Berkembang di Polandia. Copyright: © Mateusz Slodkowski/SOPA Images/LightRocket via Getty Images
Media Malaysia Ikut Soroti Egy Maulana Vikri yang Dinilai Tak Berkembang di Polandia.

INDOSPORT.COM - Bintang timnas Indonesia, Egy Maulana Vikri, baru saja mendapatkan sindiran keras dari media lokal Polandia bernama Lechia.net.

Menurut artikel yang diterbitkan, Egy Maulana Vikri dinilai tidak menunjukan perkembangan yang pesat di klub kasta tertinggi Liga Polandia atau Ekstraklasa, Lechia Gdansk.

Dengan menyebut sebagai Messi Indonesia, Egy Maulana Vikri bahkan dikatakan seperti Puzzle yang sulit untuk dilihat kelebihannya.

"Perlu dipertimbangkan untuk melanjutkan proyek Messi Indonesia. Egy adalah pemain sepak bola puzzle, kekuatannya sulit dilihat," tulis Lechia.net.

"Inilah musim ketiganya di Lechia dan entah bagaimana, kami tidak melihat kemajuan apa pun. Musim ini dia tidak bergabung dengan tim kedua sekali pun. Di Ekstraklasa, dia mendapat kesempatan 60 menit (tersebar di empat laga), dia tidak menunjukkan sesuatu yang istimewa," imbuhnya.

Hebohnya pemberitaan tersebut kemudian langsung menjadi sorotan serius beberapa media asing termasuk Malaysia. Namun media bernama Vocketfc memiliki penilaian lain dengan menyebut Egy memiliki tekad kuat untuk bertahan di Eropa.

"Egy Maulana sendiri memiliki tekad kuat untuk terus berkarier di Eropa. Sehingga, apabila tidak mendapatkan perpanjangan kontrak di Lechia Gdansk, ia siap untuk berjuang masuk klub Eropa lainnya," tulisnya.

Diketahui, saat ini pemain jebolan Diklat Ragunan itu sebenarnya sedang menjalani musim yang istimewa. Terbukti dengan adanya kepercayaan dari pelatih Lechia Gdansk, Piotr Stokowiec.

Egy Maulana Vikri tercatat telah diberikan kesempatan empat kali bermain dengan total 55 menit. Kesempatan itu jelas lebih banyak ketimbang dua musim yang lalu.