In-depth

Menghitung Hari Zinedine Zidane Menuju Gerbang Pemecatan Real Madrid

Jumat, 4 Desember 2020 16:23 WIB
Editor: Coro Mountana
© Diego Souto/Quality Sport Images/Getty Images
Zinedine Zidane tak kuasa menahan malu usai Real Madrid kalah 0-1 dari Cadiz di lanjutan LaLiga Spanyol 2020/21. Copyright: © Diego Souto/Quality Sport Images/Getty Images
Zinedine Zidane tak kuasa menahan malu usai Real Madrid kalah 0-1 dari Cadiz di lanjutan LaLiga Spanyol 2020/21.
Regenerasi Sangat Terlambat

Zinedine Zidane dianggap sebagai dewa di Real Madrid karena berhasil hattrick juara Liga Champions. Sebuah pencapaian yang belum bisa dipecahkan siapapun di era milenial. 

Namun, kepergian Cristiano Ronaldo rupanya menjadi awal bencana bagi Real Madrid dan Zidane. Pelatih berkepala plontos itu sadar Real Madrid perlu melakukan regenerasi dan mencari pengganti Ronaldo dengan cepat. 

Sayang itu semua sudah terlambat, Ronaldo sudah terlanjur pergi dan skuad juara 3 kali Liga Champions mulai termakan usia dengan tanda peforma menurun. Julen Lupotegui pun didatangkan agar bisa melakukan perubahan. 

Sayang ia membuat Real Madrid jadi seperti krisis identitas sehingga membuat Zidane pulang lagi guna menyelamatkan puing-puing kesuksesannya. Memang Real Madrid saat ini cukup banyak dipenuhi pemain tua. 

Dibanding Barcelona (25,4 umur), rata-rata umur skuad Real Madrid jauh lebih tua (27,3 tahun). Para pemain pilar seperti Karim Benzema, Sergio Ramos, Toni Kroos, Casemiro, dan Luka Modric seperti masih dipaksakan untuk terus bermain. 

Akibatnya, Real Madrid jadi seperti alami ketergantungan pada para alumni juara 3 kali Liga Champions. Sebenarnya jika telisik lebih dalam, Zidane sudah berusaha melakukan regenerasi dengan mengganti Marcelo dan Dani Carvajal. 

Sayangnya itu belum cukup dan tetap terlambat jika mengacu tim lain yang sudah melakukan regenerasi jauh-jauh hari. Sejatinya masalah mencari pemain baru itu bisa diatasi di bursa transfer, sayang kebijakan yang diambil kurang bijak. 

Real Madrid seperti lebih fokus mencari bibit baru yang bisa menjadi Cristiano Ronaldo baru, makanya banyak sekali pemain sayap asal Brasil yang didatangkan. Sebut saja Rodrygo Goes dan Vinicius Junior yang membuat sisi sayap Real Madrid jadi surplus. 

Korbannya, Lucas Vazquez jadi harus mundur sebagai bek kanan, sedangkan Brahim Diaz diizinkan pergi ke AC Milan. Apa boleh dikata, semua sudah terlanjur dan Zidane harus memaksimalkan materi tim yang ada saat ini. 

Melihat 4 lawan yang akan jadi penentu nasibnya, Zidane patut waspada karena semuanya itu berat dan berpotensi menyulitkan Real Madrid. Bisa jadi ini adalah ujian terberat Zidane, jika ia gagal memuaskan Real Madrid, maka pemecatan pun sepertinya bakal tinggal menghitung hari saja.