Liga Indonesia

Madura United Terancam Dibubarkan

Minggu, 13 Desember 2020 19:52 WIB
Kontributor: Ian Setiawan | Editor: Isman Fadil
© Ian Setiawan/INDOSPORT
Madura United terancam dibubarkan sebagai tindak lanjut atas status lanjutan kompetisi Liga 1 musim 2020, jika tak kunjung menemui kepastian pada Desember ini. Copyright: © Ian Setiawan/INDOSPORT
Madura United terancam dibubarkan sebagai tindak lanjut atas status lanjutan kompetisi Liga 1 musim 2020, jika tak kunjung menemui kepastian pada Desember ini.

INDOSPORT.COM - Madura United terancam dibubarkan sebagai tindak lanjut atas status lanjutan kompetisi Liga 1 musim 2020, jika tak kunjung menemui kepastian pada Desember ini.

Hal itu merupakan opsi pamungkas yang bakal diambil tim Laskar Sape Kerrab. Pasalnya, kepastian kapan waktu kick-off dan segala macamnya, sangat berpengaruh terhadap kelanjutan program tim ke depan.

"Kalau Desember ini PSSI sudah memberikan kepastian, maka Januari (2021) tim bisa mulai (program) latihan," bilang Haruna Soemitro pada Sabtu (12/12/20).

Sebaliknya, klub akan mengambil langkah kongkrit jika masih saja tidak mendapat kepastian. Hal ini berkaitan dengan hak dan kewajiban terhadap seluruh anggota tim baik staf pelatih, pemain hingga ofisial yang memiliki durasi kontrak aktif.

"(Tapi) kalau tidak ada kepastian, tim akan kami bubarkan," sambung Direktur Madura United sekaligus anggota Komite Eksekutif PSSI itu menambahkan.

Tim besutan Rahmad Darmawan sendiri sudah meliburkan semua aktivitas sepak bola sejak Liga 1 gagal berlanjut hingga dua kali, sejak diputuskan awal Oktober hingga November lalu.

Sejauh ini, PSSI melalui SKEP nomor 69 masih mematok waktu dimulainya Liga 1 pada awal Februari 2021 mendatang. Namun belum memberi kepastian terhadap tanggal kick-off, periode kompetisi hingga regulasinya.

IDS Emoticon Suka
Suka
20%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
10%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
20%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
15%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
20%
IDS Emoticon Marah
Marah
15%