Bola Internasional

Ketika Guardiola dan Tuchel Beradu Taktik di Atas Meja Makan Restoran

Senin, 31 Mei 2021 17:05 WIB
Editor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya
© Matt McNulty - Manchester City/via Getty Images
Pelatih Chelsea Thomas Tuchel dan pelatih Manchester City Pep Guardiola. Copyright: © Matt McNulty - Manchester City/via Getty Images
Pelatih Chelsea Thomas Tuchel dan pelatih Manchester City Pep Guardiola.
Saat Meja Makan Restoran Jadi Tempat 'Adu Taktik'

Kisah unik terkuak di sepak bola Jerman saat Tuchel dan Guardiola menghabiskan makan malam bersama. Kisah itu menjadi perbincangan mengingat keduanya adalah juru taktik hebat.

Kisah itu sendiri terjadi pada 2015 di mana Guardiola masih menukangi Bayern Munchen dan Tuchel tengah menganggur pasca menukangi Mainz 05. Kisah ‘adu taktik’ di atas meja makan ini sendiri diceritakan oleh Michael Reschke.

Reschke sendiri adalah mantan Direktur Sepak Bola Bayern Munchen. Suatu hari, Reschke memiliki janji untuk makan malam dengan Tuchel.

Lalu, Reschke menanyakan Guardiola dan mengajaknya bergabung secara mendadak. Tanpa disangka, eks pelatih Barcelona tersebut memilih ikut dan membatalkan janji yang ia miliki malam itu.

Saat Guardiola bertemu dan berbincang dengan Tuchel, Reschke yang menjadi saksi mata kala itu melihat bahwa obrolan keduanya bak guru dengan murid.

Namun, lambat laun obrolan itu berubah menjadi pertarungan taktik bak Grandmaster Catur tengah berduel di atas papan catur.

“Rasanya seperti menonton dua Grandmaster Catur, Fischer vs Spassky, atau Cicero vs Socrates sedang mendiskusikan sepak bola,” tutur Reshcke dikutip dari The Athletic.

Baik Tuchel dan Guardiola pun lantas berdiskusi sesuai dengan keahlian keduanya sehingga keduanya bak pelatih yang sederajat.

Saking asyiknya mengobrol soal taktik, keduanya menggunakan meja makan dan peralatan di atasnya sebagai merica, garam, gelas, botol untuk memperagakan formasi.

Bahkan karena ‘adu taktik’ itu, Pramusaji tak ada yang berani mengganggu keduanya yang larut mengobrol hingga empat jam dan restoran itu hendak tutup.

“Meski saya yang mengundang Guardiola, saya hanya menjadi penonton. Keduanya berdikusi menggunakan campuran bahasa Inggris dan Jerman dan tak memakai istilah sama sekali. Sulit mengikuti obrolan keduanya,” tambah Reschke.

Karena obrolan tersebut, Guardiola percaya dengan sosok Tuchel. bahkan, Guardiola merekomendasikan Tuchel sebagai suksesornya kepada petinggi Munchen.

Tuchel sempat dihubungi Munchen beserta para petingginya. Sayang, Tuchel batal menjadi suksesor Guardiola karean waktu yang tak tepat.