Bola Internasional

Kian Tajam! Ini 3 Opsi Formasi Timnas Indonesia Usai Kedatangan Ragnar Oratmangoen

Senin, 3 Januari 2022 21:49 WIB
Editor: Subhan Wirawan
© pssi
Egy Maulana Vikri pada laga final Piala AFF 2020 kontra Thailand Copyright: © pssi
Egy Maulana Vikri pada laga final Piala AFF 2020 kontra Thailand
4-2-3-1

Berikutnya adalah taktik 4-2-3-1, formasi yang hanya membutuhkan satu striker sehingga otomatis pos ini akan ditempati oleh Ragnar Oratmangoen.

Namun bisa juga Ragnar Oratmangoen ditempatkan di posisi sayap, sehingga untuk ujung tombak bakal ditempati Egy Maulana Vikri atau Irfan Jaya yang memang sering dimainkan sebagai goal getter.

Meski bakal jadi striker tunggal, namun peran Ragnar Oratmangoen tidak hanya mencetak gol melainkan jadi pemantul serta pembuka ruang agar para second line dari sisi winger bisa masuk melakukan penetrasi.

Sehingga dalam formasi 4-2-3-1 ini, posisi striker utama tidak selalu pasif di kotak penalti, melainkan bergerak aktif untuk menarik bek lawan, serta mencari posisi ideal untuk menerima umpan-umpan silang.

4-3-3
Terakhir adalah 4-3-3, taktik modern yang mengandalkan tiga penyerang di depan untuk membuyarkan konsentrasi pemain bertahan lawan.

Formasi ini mungkin paling cocok diterapkan Timnas Indonesia usai kedatangan Ragnar Oratmangoen.

Bersama Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman, ketiga pemain abroad Liga Eropa ini bisa membentuk trio ujung tombak mematikan.

Sama-sama mampu bermain melebar serta punya kecepatan dalam penetrasi, baik Egy Maulana, Witan Sulaeman serta Ragnar Oratmangoen, bisa saling silih berganti mengisi pos ujung tombak saat bertanding.

Saat bola berada di sisi kanan, dua pemain depan lain bisa bergerak masuk ke kotak penalti dan membentuk duo goal getter untuk menyambut umpan.

Sementara saat bola diterima center striker, giliran dua penyerang dari sisi kanan dan kiri yang masuk ke kotak penalti lawan untuk menunggu umpan dari second line.

Formasi ini juga sangat cocok buat gaya main Shin Tae-yong yang mengharuskan para pemain terus bergerak hingga mendapat ruang untuk menciptakan peluang.

Lantas dari tiga taktik diatas, adakah yang cocok untuk diterapkan Timnas Indonesia pasca kedatangan Ragnar Oratmangoen?