In-depth

Prestasi Gemilang Lecce, Sang Jawara Liga Italia yang Diakuisisi Pengusaha Indonesia

Sabtu, 28 Mei 2022 14:18 WIB
Editor: Subhan Wirawan
© Zainal Hasan/INDOSPORT
Raffi Ahmad (tengah) meresmikan Rahmad Darmawan sebagai pelatih Rans Cilegon FC untuk musim depan. Foto: Zainal Hasan/INDOSPORT Copyright: © Zainal Hasan/INDOSPORT
Raffi Ahmad (tengah) meresmikan Rahmad Darmawan sebagai pelatih Rans Cilegon FC untuk musim depan. Foto: Zainal Hasan/INDOSPORT
Profil Lecce

Bagi pecinta Serie A era 2000-an, sejatinya Lecce bukan nama yang cukup asing bahkan mungkin sering terdengar lewat sepak terjangnya di kasta teratas Liga Italia saat itu.

Sepanjang sejarahnya, Lecce memang lebih sering habiskan masa kompetisi di kasta kedua Liga Italia atau Serie B, namun capaian di musim 2004/05 jadi salah satu prestasi terbaik I Salentini di Serie A.

Berstatus tim promosi dari musim 2002/03, Lecce mampu bertahan di Serie A musim berikutnya dengan finish di urutan ke-10 klasemen akhir.

Pada musim 04/05, Lecce yang diarsiteki Zdenek Zeman sukses buat kejutan dengan menjelma sebagai salah satu tim paling berbahaya di kotak penalti.

Mengandalkan duet Mirko Vučinić dan Valeri Bojinov, keduanya sempat mampu membawa Lecce bersaing di papan atas Serie A bahkan hingga pekan ke-10 masih bertengger di urutan ketiga klasemen.

Berkat ketajaman dua striker itu pula, Lecce mampu jadi kuda hitam dan penjegal beberapa tim papan atas Serie A seperti AS Roma, Inter Milan hingga AC Milan.

Ketiga tim tersebut pernah dibuat gagal menang oleh Lecce, bahkan AS Roma gagal amankan poin dalam dua kali pertemuan di Serie A saat itu.

Di akhir kompetisi, Lecce kembali bertahan di kasta teratas Liga Italia dengan finish di peringkat ke-11 lewat perolehan 44 angka.

Selain bertahan di Serie A, ada satu fakta menarik yang membuat Lecce kian populer saat itu, yakni catatan gol mereka yang menembus angka 66.

Itu merupakan jumlah gol semusim terbanyak kedua setelah Juventus, di mana skuat arahan Fabio Capello tersebut mampu cetak 67 gol sepanjang musim 04/05.

Dengan modal pemain-pemain kelas dua, prestasi Lecce yang jadi tim terproduktif Serie A mengalahkan sejumlah tim besar dengan striker top mereka seperti AS Roma dengan Vincenzo Montella, AC Milan dengan Andriy Shevchenko, serta Inter Milan dengan Adriano, membuat nama I Lupi cukup disegani saat itu.