Liga Indonesia

Ditanya Kapan Kelanjutan Liga 1 2022-2023, Menpora: Tergantung Polisi!

Rabu, 2 November 2022 21:35 WIB
Penulis: Zainal Hasan | Editor: Indra Citra Sena
© Ian Setiawan/INDOSPORT
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. Foto: Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan Copyright: © Ian Setiawan/INDOSPORT
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. Foto: Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan
Klarifikasi Iwan Bule

Di sisi lain, Ketum PSSI, Mochamad Iriawan, akhirnya buka suara soal ejekan terkait PSSI tidak diajak pemerinta Indonesia bertemu FIFA pasca-Tragedi Kanjuruhan.

Pada 18 Oktober lalu, Presiden FIFA, Gianni Infantino, datang ke Indonesia dan bertemu langsung dengan Presiden Jokowi dan beberapa menteri termasuk Erick Thohir.

Kedatangan Gianni Infantino merupakan tindak lanjut atas suratnya kepada Presiden Jokowi yang disampaikan melalui Erick Thohir terkait transformasi sepak bola Indonesia pasca-Tragedi Kanjuruhan.

Tentu saja tragedi tersebut lantas menjadi sorotan tajam dunia, khususnya FIFA yang segera mengambil tindakan guna mengubah wajah sepak bola Indonesia ke arah yang lebih baik.

Dalam suratnya beberapa waktu lalu, FIFA menyatakan siap bekerja sama dengan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), pemerintah Indonesia, dan PSSI dalam mentransformasi sepak bola Indonesia.

Namun momen ini mengundang suara sumbang dari sejumlah netizen di dunia maya. Mereka menyebut bahwa federasi yang dipimpin oleh Iwan Bule 'tidak diajak' dalam pertemuan tersebut.

Dalam artinya, PSSI dianggap netizen dikesampingkan oleh pemerintah Indonesia dalam merancang pembangunan sepak bola Tanah Air bersama FIFA. 

Iwan Bule akhirnya angka bicara soal ejekan tersebut. Iwan Bule menjelaskan sola posisi PSSI dan fakta sebenarnya dalam sesi podcast Deddy Corbuzier.

“Beliau (Gianni Infantino) datang bertemu dengan presiden (Jokowi) dulu, Bukan (maksudnya PSSI tidak dibawa),” ujar Iwan Bule.

“Setelah ketemu presiden makan siang, jam 2 kami jemput (Gianni Infantino) di hotelnya, jam 2 langsung ke PSSI,” terangnya.