Liga Indonesia

Eks Timnas Ramaikan Bursa Pengurus PSSI, Seto Nurdiyantoro Sambut Positif

Sabtu, 28 Januari 2023 12:32 WIB
Penulis: Nofik Lukman Hakim | Editor: Juni Adi
© PSS Sleman
Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro. Foto: PSS Sleman Copyright: © PSS Sleman
Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro. Foto: PSS Sleman

INDOSPORT.COM - Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro, berharap para mantan pemain Timnas Indonesia menjadi pembeda ketika masuk kepengurusan PSSI periode 2023-2027.

Bambang Pamungkas dkk. punya kelebihan karena memahami situasi pemain.

Ada empat nama eks Timnas Indonesia yang menjadi bakal calon pengurus PSSI periode 2023-2027. Bambang Pamungkas dan Ponaryo Astaman masuk bakal calon wakil ketua umum PSSI.

Kemudian, ada Kurniawan Dwi Yulianto dan Yeyen Tumena yang masuk sebagai bakal calon anggota komite eksekutif (Exco) PSSI.

Empat nama ini termasuk jajaran mantan pemain yang lama berseragam Timnas Indonesia. Mereka kerap masuk starting eleven ketika mendapat panggilan membela tim Garuda.

Dukungan kemudian datang dari langkah Bambang Pamungkas dkk. maju sebagai bakal calon pengurus PSSI. Salah satunya dari Seto Nurdiyantoro sebagai sesama mantan pilar Timnas Indonesia.

"Artinya ini sesuatu yang positif, bekerjalah untuk sepak bola," kata Seto Nurdiyantoro.

Empat nama itu menjadi pembeda dari deretan bakal calon pengurus lainnya yang rata-rata merupakan pengurus klub maupun mantan pengurus PSSI pada periode yang berbeda-beda.

Menurut Seto, bakal calon pengurus PSSI, seperti Bambang, Ponaryo, Kurniawan hingga Yeyen bakal memiliki kelebihan.

Sebagai mantan pemain yang lama berkarir di klub dan Timnas Indonesia, mereka lebih paham tentang situasi di kalangan pemain.

"Harapannya memang harus ada yang benar-benar dari mantan pemain, artinya mengetahui situasinya. Harapannya untuk memperbaiki sepak bola indonesia, tentang bagaimana kompetisi dan semuanya," tutur Seto.

"Jadi, harapannya seperti itu (pembeda), karena mereka pernah merasakan bagaimana menjadi pemain, lingkup di tim. Apa yang dirasakan, harapannya menjadi pembelajaran untuk sepak bola Indonesia yang lebih baik," lanjut Seto.