Belasan Suporter Jateng-DIY Hadiri Sarasehan di Solo, Sosialisasi Kehadiran PN-SSI
PN-SSI juga punya rencana untuk menggelar dialog dengan pihak Kepolisian. Ternyata, Liga 1 2022/2023 memiliki kendala baru dengan hadirnya Perpol Nomor 10 Tahun 2022 tentang Pengamanan Penyelenggaraan Kompetisi Olahraga.
"Selama ini pertandingan kita terhambat dengan Peraturan Polisi, yang membatasi jumlah penonton, seolah-olah kepolisian masih phobia dengan suporter. Maka kita akan mengajukan diskusi dengan Kepolisian agar Perpol-nya diperbaiki," ucap Tommy.
Ditambahkan Ketua Pelaksana Sarasehan Jawa Tengah, Aulia Haryo Suryo, total ada 25 suporter yang diundang untuk hadir dalam acara ini. Namun, hanya 18 kelompok suporter saja yang bisa hadir.
Dari jumlah itu, ada beberapa kelompok yang berasal dari tim-tim Liga 1, seperti PSS Sleman, Persis Solo dan PSIS Semarang. Hanya Brigata Curva Sud (BCS) saja yang tidak hadir pada acara ini.
"BCS tidak bisa hadir karena hari ini PSS Sleman main lawan Bhayangkara FC," jelas Aulia Haryo Suryo.
Sementara itu, Wakil Walikota Solo, Teguh Prakosa, mengapresiasi pertemuan belasan suporter Jawa Tengah yang diinisiasi PN-SSI.
Menurutnya, pertemuan rutin ini perlu digelar agar tercipta hubungan yang harmonis antar suporter. Dia pun berharap banyak pada PN-SSI sebagai jembatan untuk adanya komunikasi suporter secara nasional.
"Harapannya, sebagai (bagian) masyarakat luas, sebagai pemerintah, inginnya semua aman-aman saja. Harapannya tidak ada lagi kerusuhan, cekcok antarsuporter atau lempar-lempar (masyarakat) yang tidak punya salah," papar Teguh Prakosa.
Sosialisasi ini masih akan terus dilanjutkan ke berbagai daerah lain di Indonesia. Harapannya, ada banyak masukan untuk PN-SSI agar disampaikan kepada suporter serta pemerintah, dalam hal ini melalui Kemenpora.