INDOSPORT.COM - Striker Timnas Burundi, Saido Berahino tak menampik jika negaranya kerap dikaitkan dengan kemiskinan jelang menghadapi Timnas Indonesia di FIFA Matchday.
Global Finance Magazine, bahkan menempatkan Burundi pada peringkat pertama sebagai negara paling miskin di dunia.
Tapi, hal itu tak lantas membuat Saido dan masyarakat Burundi menyerah. Mereka terus bekerja keras dan mencoba peruntungan, salah satunya dengan menjadi atlet sepak bola.
Saat ini, Burundi dikatakan striker 29 tahun itu sudah lebih baik. Masyarakat di benua Afrika itu saling bantu, supaya bisa keluar dari keterpurukan.
"Untuk pertanyaan kedua, Burundi adalah negara kecil, saya lahir di sana. Disamping kondisi kamu seperti yang anda sebutkan, tapi orang-orang kami adalah para pekerja keras dan saling perduli satu sama lain," kata Saido.
"Inilah yang membuat kami berkembang sebagai sebuah negara, walaupun kondisi ekonomi kami tidak begitu baik. Kami saling mendukung satu sama lain," imbuhnya.
"Sekarang jika kita ke Burundi, banyak perubahan dan perkembangan yang terjadi," lanjut eks striker Stoke City itu.
Berkat kerja keras dan semangat pantang menyerah, Saido dan beberapa pemain lain bisa berkarir di Eropa. Dia bangga akan hal tersebut.
Selain Saido, ada juga pemain 'Eropa' lainnya yakni Jospin Nshimirimana yang memperkuat Yeni Maltyaspor di Liga Turki.
Lalu Ada pula bek kiri, Marco Weymans yang saat ini tengah bermain untuk Beerschot, tim divisi kedua Liga Belgia. Kemudian Youssouf Ndayishimiye yang bermain sebagai bek untuk OGC Nice di Liga Prancis.