INDOSPORT.COM - Proyek renovasi stadion legendaris FC Barcelona, Spotify Camp Nou, kini menjadi sorotan utama dunia olahraga. Tidak sekadar memperbarui fasilitas, pembangunan ulang stadion ini dirancang sebagai langkah strategis untuk memperkuat keberlanjutan ekonomi sekaligus menjawab tantangan lingkungan di masa depan.
Melansir dari Sports Business Journal, Senin (27/04/2026), renovasi stadion yang menelan biaya sekitar 1,87 miliar dolar AS (sekitar Rp30 triliun) ini menjadi bagian inti dari proyek besar “Espai Barça”, sebuah inisiatif modernisasi menyeluruh yang bertujuan menjaga daya saing klub di level global.
Sejak dibuka pada 1957, Camp Nou telah menjadi simbol kejayaan sepak bola Eropa. Stadion ini pernah menjadi saksi aksi legenda seperti Johan Cruyff hingga Lionel Messi, serta menjadi tuan rumah berbagai ajang besar, termasuk Piala Dunia 1982 dan final Liga Champions.
Namun, memasuki 2022, kondisi stadion dinilai sudah menua dan memerlukan perombakan besar. Laporan lokal bahkan menyebut adanya masalah struktural serta isu kebersihan yang cukup serius.
Renovasi yang mulai berjalan sejak 2022 ini dirancang oleh firma arsitektur Jepang Nikken Sekkei, dengan tujuan mempertahankan nuansa Mediterania khas Camp Nou sekaligus menghadirkan teknologi modern.
Yang membedakan proyek Camp Nou dari pembangunan stadion lain adalah pendekatan berbasis keberlanjutan. Manajemen Barcelona menempatkan aspek lingkungan sebagai salah satu pilar utama dalam strategi klub 2021–2026.
Direktur Sustainability Barcelona, Jordi Portabella, menegaskan bahwa stadion baru akan mengubah definisi kemewahan—bukan lagi soal kemegahan berlebihan, melainkan kualitas, inovasi, dan pengalaman personal bagi penonton.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, klub menggunakan kembali sekitar 120.000 ton beton dari struktur lama stadion. Langkah ini disebut mampu menekan jejak karbon hingga 50 persen dibanding metode konstruksi konvensional.
Selain itu, stadion juga akan dilengkapi panel surya seluas 18.000 meter persegi untuk mendukung target penggunaan energi terbarukan secara penuh.
Barcelona menargetkan Camp Nou menjadi stadion yang mandiri secara energi. Dengan memanfaatkan sinar matahari yang mencapai sekitar 300 hari per tahun di kota Barcelona, listrik yang dihasilkan akan didistribusikan melalui sistem microgrid internal.
Energi berlebih nantinya disimpan dalam baterai untuk digunakan saat kebutuhan meningkat atau saat produksi energi menurun. Sistem ini mengadopsi konsep yang telah lebih dulu diterapkan di Johan Cruyff Arena milik AFC Ajax.
Tak hanya itu, stadion juga akan dilengkapi teknologi “digital twin” untuk analisis data real-time, jaringan 5G, serta WiFi berkapasitas tinggi demi meningkatkan pengalaman penonton.
Di balik ambisi besar tersebut, proyek ini juga membawa tekanan finansial. Pembangunan Camp Nou sebagian dibiayai melalui pinjaman, termasuk dari Goldman Sachs, sehingga stadion baru diharapkan menjadi sumber pemasukan utama klub.
Selama bermain di Stadion Olimpiade Montjuïc, Barcelona diperkirakan kehilangan sekitar 105 juta dolar AS per musim dari pendapatan hari pertandingan.
Untuk menutup kerugian tersebut, stadion baru akan mengandalkan berbagai sumber pendapatan, termasuk 115 ruang VIP eksklusif, museum klub, serta fasilitas hospitality premium.
Meski ambisius, pembangunan Camp Nou tidak berjalan mulus. Jadwal penyelesaian yang semula ditargetkan lebih cepat kini mundur hingga akhir 2027.
Saat ini, stadion sudah mulai digunakan secara terbatas dengan kapasitas sekitar 62.000 penonton. Namun, fitur-fitur utama seperti panel surya dan sistem energi mandiri baru diperkirakan beroperasi penuh pada 2028–2029.
Ketika rampung, Camp Nou diproyeksikan menjadi stadion dengan kapasitas 105.000 penonton, menjadikannya salah satu stadion terbesar dan paling canggih di dunia.
Lebih dari sekadar arena pertandingan, proyek ini diharapkan menjadi blueprint bagi pembangunan stadion masa depan—menggabungkan teknologi, kenyamanan, dan tanggung jawab lingkungan dalam satu ekosistem.
Dengan beban finansial yang besar sekaligus ekspektasi tinggi, Camp Nou kini tidak hanya menjadi simbol sejarah Barcelona, tetapi juga taruhan besar klub untuk masa depan yang lebih berkelanjutan dan menguntungkan.