INDOSPORT.COM - Real Madrid mulai menyusun rencana untuk memperbaiki keseimbangan lini tengah mereka di bursa transfer musim panas 2026 nanti. Laporan terbaru menyebut klub memantau situasi Tijjani Reijnders di Manchester City.
Menurut Defensa Central, Madrid terus mengikuti perkembangan sang gelandang di Etihad Stadium. Opsi transfer mulai mendapat perhatian serius di internal klub dalam beberapa pekan terakhir.
Penguatan lini tengah memang menjadi prioritas setelah performa tim dinilai kurang konsisten musim ini. Kurangnya kontrol permainan dan kreativitas menjadi masalah yang kerap muncul sepanjang kompetisi.
Sejumlah nama besar sempat dikaitkan dengan Madrid dalam beberapa bulan terakhir. Di antaranya Rodri, Enzo Fernandez, hingga talenta muda seperti Kees Smit.
Kini, nama Reijnders kembali masuk dalam radar klub dengan persiapan transfer yang lebih matang. Ketertarikan ini dinilai lebih serius dibanding pendekatan sebelumnya.
Gelandang asal Belanda itu baru bergabung dengan Manchester City dari AC Milan dengan nilai sekitar €60 juta. Namun, ia berpotensi hengkang hanya setahun setelah kepindahannya.
Real Madrid sebenarnya sudah menunjukkan minat sejak musim panas lalu. Saat itu, Xabi Alonso sempat mendorong perekrutan gelandang murni, tetapi rencana tersebut ditunda.
Kini, pendekatan Madrid mulai berubah seiring kebutuhan tim yang semakin jelas. Mereka membutuhkan pemain yang mampu mengatur tempo sekaligus menghubungkan lini permainan.
Reijnders dinilai sesuai dengan profil tersebut berkat kemampuan teknis dan ketenangannya. Ia juga dikenal cerdas dalam membaca ruang sempit dan menjaga alur permainan.
Salah satu keunggulan utamanya adalah fleksibilitas bermain di berbagai peran lini tengah. Ia nyaman beroperasi dalam skema double pivot yang bisa melengkapi Aurelien Tchouameni.
Kehadirannya berpotensi menjaga keseimbangan antara kekuatan bertahan dan kreativitas menyerang. Madrid berharap bisa menemukan komposisi ideal di lini tengah melalui sosok seperti Reijnders.
Di usia 27 tahun, Reijnders tengah memasuki masa puncak kariernya. Pengalaman tersebut dinilai penting bagi Madrid yang ingin kembali mendominasi permainan di lini tengah.