INDOSPORT.COM - Enzo Maresca dikabarkan mencapai kesepakatan prinsip untuk menjadi manajer baru Manchester City. Mantan pelatih Chelsea itu disiapkan sebagai pengganti Pep Guardiola, yang dilaporkan akan pergi setelah laga terakhir musim ini.
Guardiola disebut akan meninggalkan City setelah pertandingan Premier League melawan Aston Villa pada Minggu. Reuters melaporkan pelatih asal Spanyol itu akan mengakhiri satu dekade masa kerja di Etihad Stadium.
Kabar tersebut menandai akhir salah satu era paling sukses dalam sejarah sepak bola Inggris. Sejak datang pada 2016, Guardiola mengubah City menjadi kekuatan dominan di Premier League dan kompetisi Eropa.
The Guardian melaporkan Guardiola sudah memberi tahu para pemain Manchester City soal keputusannya pergi. City kemudian bergerak cepat menyiapkan Maresca sebagai penerus, dengan kontrak awal tiga tahun yang masih menunggu penyelesaian detail.
Maresca bukan sosok asing bagi Manchester City. Ia pernah bekerja di klub tersebut dan menjadi bagian dari staf Guardiola, sehingga memahami model permainan yang selama ini dibangun di Etihad.
Kedekatan dengan filosofi City menjadi alasan kuat mengapa Maresca masuk daftar teratas. Klub tidak hanya mencari pelatih baru, tetapi sosok yang mampu menjaga kesinambungan setelah era Guardiola berakhir.
Maresca sebelumnya membawa Leicester City kembali ke Premier League pada 2024. Setelah itu, ia menangani Chelsea dan disebut meraih Conference League serta Club World Cup sebelum hubungannya dengan manajemen klub memburuk.
Menurut laporan, ketertarikan Maresca terhadap pekerjaan di City menjadi salah satu sumber ketegangan di Chelsea. Ia disebut sudah memberi tahu Chelsea bahwa City menghubunginya dan menggelar pembicaraan awal.
Pada awal Januari, Maresca dan Chelsea akhirnya berpisah setelah 18 bulan bekerja bersama. The Guardian menulis Chelsea masih berhak atas kompensasi karena Maresca meninggalkan klub saat kontraknya masih berjalan.
Jika kepindahan ini tuntas, Maresca akan mewarisi pekerjaan yang sangat berat. Ia harus melanjutkan standar Guardiola, pelatih yang membawa City memenangi 20 trofi selama masa kerjanya.
Guardiola bukan hanya memberi trofi, tetapi juga identitas permainan. City dikenal dengan penguasaan bola, struktur posisi yang rapi, pressing agresif, dan kemampuan mengontrol pertandingan dalam tempo yang mereka inginkan.
Trofi terbaru Guardiola bersama City datang dari ajang FA Cup. Fox Sports melaporkan gol tumit Antoine Semenyo membawa City mengalahkan Chelsea 1-0 di Wembley dan menambah koleksi gelar mereka.
The Guardian juga menulis gol Semenyo menjadi salah satu momen penentu final tersebut. Kemenangan itu memperkuat narasi bahwa Guardiola masih meninggalkan City dalam level kompetitif yang sangat tinggi.
Guardiola sendiri pernah memberi pujian besar kepada Maresca. Ia menyebut pelatih asal Italia itu sebagai salah satu manajer terbaik dunia dan menilai pekerjaannya di Chelsea kurang mendapat apresiasi.
Menurut Guardiola, pencapaian Maresca bersama Chelsea tidak bisa dianggap biasa. Ia menyoroti keberhasilan memenangi Club World Cup, Conference League, dan membawa tim muda bersaing untuk tiket Liga Champions.
Pujian itu membuat kabar pergantian ini terasa lebih masuk akal. City tampaknya ingin memilih sosok yang sudah dipercaya Guardiola dan memahami standar internal klub sejak lama.
Willy Caballero juga disebut bisa ikut bergabung dalam staf kepelatihan Maresca. Mantan kiper City itu pernah bekerja bersama Maresca di Leicester dan Chelsea, sehingga relasi profesional keduanya sudah terbentuk.
Caballero juga memahami lingkungan Manchester City karena pernah bermain di klub tersebut. Kehadirannya dapat membantu transisi staf baru, terutama dalam menjaga hubungan antara ruang ganti dan struktur kepelatihan.
Meski demikian, kepindahan Maresca belum sepenuhnya selesai secara administratif. Masih ada detail kontrak dan kemungkinan kompensasi dengan Chelsea yang harus dibereskan sebelum pengumuman resmi dilakukan.
Bagi Manchester City, keputusan ini akan menentukan arah baru setelah era Guardiola. Klub harus memastikan transisi berjalan halus agar standar juara yang sudah dibangun selama satu dekade tidak turun drastis.
Bagi Maresca, pekerjaan ini adalah kesempatan besar sekaligus ujian berat. Ia akan masuk ke kursi pelatih yang sebelumnya ditempati salah satu manajer paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola modern.
Jika resmi ditunjuk, Maresca tidak hanya diminta menjaga gaya bermain City. Ia juga harus membuktikan bahwa dirinya mampu mengelola ekspektasi, tekanan trofi, dan ruang ganti penuh pemain bintang.
Kepergian Guardiola akan menjadi momen emosional bagi Manchester City. Namun, penunjukan Maresca menunjukkan klub sudah menyiapkan fase berikutnya dengan memilih pelatih yang dekat dengan akar permainan mereka.