Bursa Transfer

Pep Guardiola Segera Tinggalkan Manchester City, Enzo Maresca Disiapkan Jadi Pengganti

Selasa, 19 Mei 2026 08:56 WIB
Editor: Redaksi
© REUTERS/Matthew Childs
Pelatih Manchester City Pep Guardiola dalam Final Liga Champions antara Final Manchester City vs Inter Milan, Minggu (11/06/23). (Foto: REUTERS/Matthew Childs) Copyright: © REUTERS/Matthew Childs
Pelatih Manchester City Pep Guardiola dalam Final Liga Champions antara Final Manchester City vs Inter Milan, Minggu (11/06/23). (Foto: REUTERS/Matthew Childs)

INDOSPORT.COM - Pep Guardiola dikabarkan akan meninggalkan Manchester City pada akhir musim ini setelah sepuluh tahun memimpin klub. Keputusan tersebut diyakini mengakhiri salah satu era paling sukses dalam sejarah sepak bola modern di Stadion Etihad.

Pelatih asal Spanyol itu disebut telah mantap mengakhiri kebersamaannya dengan The Citizens. Meski kontraknya secara resmi masih berlaku hingga 2027, Guardiola dikabarkan merasa inilah waktu terbaik untuk menutup perjalanannya di Manchester.

Manchester City saat ini masih memburu gelar Premier League musim ini. Mereka juga telah mengoleksi trofi Piala FA dan Carabao Cup, sehingga peluang menyapu tiga gelar domestik tetap terbuka lebar.

Spekulasi mengenai kepergian Guardiola sebenarnya sudah beredar sepanjang setahun terakhir. Namun, baik pihak klub maupun sang pelatih berkali-kali menegaskan bahwa kontraknya masih berjalan dan tidak ada alasan untuk hengkang lebih cepat.

Guardiola bahkan sempat menegaskan komitmennya dalam konferensi pers pada Senin lalu. Ia mengingatkan bahwa sepanjang karier kepelatihannya, dirinya tidak pernah meninggalkan klub sebelum kontraknya benar-benar berakhir.

Meski demikian, kabar terbaru menyebut situasi kini telah berubah drastis. Sejumlah staf internal klub bahkan disebut sudah mengetahui bahwa perpisahan Guardiola hanya tinggal menunggu waktu.

Manchester City hingga kini belum memberikan komentar resmi terkait rumor tersebut. Guardiola sendiri dipastikan akan kembali mendapat pertanyaan serupa saat memimpin tim menghadapi Bournemouth pada laga krusial tengah pekan ini.

Setelah lawatan ke markas Bournemouth, City akan menutup musim dengan menjamu Aston Villa di Etihad. Pertandingan itu diprediksi menjadi momen emosional jika benar menjadi laga kandang terakhir Guardiola bersama klub.

Sebagai antisipasi, manajemen City kabarnya telah menyiapkan sosok pengganti. Nama Enzo Maresca muncul sebagai kandidat terdepan untuk mengambil alih kursi pelatih utama musim depan.

Maresca bukan sosok asing bagi lingkungan Manchester City. Pelatih asal Italia itu pernah bekerja di akademi klub sebelum kembali menjadi asisten Guardiola pada musim 2022/23 saat City meraih treble bersejarah.

Setelah itu, Maresca melanjutkan kariernya sebagai pelatih kepala Leicester City. Ia sukses membawa The Foxes promosi kembali ke Premier League hanya dalam satu musim.

Kesuksesan tersebut membuat Chelsea merekrutnya untuk proyek besar mereka. Bersama The Blues, Maresca berhasil mempersembahkan gelar Europa Conference League dan Piala Dunia Antarklub sebelum berpisah secara baik-baik pada Januari lalu.

Laporan dari media Inggris menyebut City sempat melakukan pembicaraan dengan Maresca awal musim ini. Diskusi itu menjadi langkah antisipasi jika Guardiola benar-benar memutuskan meninggalkan Etihad lebih cepat.

Hingga kini belum ada konfirmasi resmi terkait keputusan final Guardiola maupun penunjukan pengganti. Namun siapa pun yang datang akan menghadapi tantangan nyaris mustahil untuk menyamai pencapaian luar biasa sang pelatih.

Selama satu dekade, Guardiola mengubah wajah Manchester City menjadi kekuatan dominan sepak bola Inggris. Ia membawa klub menembus standar baru yang sebelumnya sulit dibayangkan.

Di bawah asuhannya, City menjadi tim pertama yang meraih 100 poin dalam semusim Premier League. Mereka juga menjadi klub pertama yang menjuarai empat gelar liga Inggris secara beruntun.

Guardiola juga mencatat sejarah dengan menyapu seluruh trofi domestik dalam satu musim. Selain itu, ia menjadi pelatih kedua yang mempersembahkan treble Premier League, Piala FA, dan Liga Champions dalam semusim.

Kesuksesan terbaru datang akhir pekan lalu saat City menjuarai Piala FA di Wembley. Trofi tersebut menambah panjang daftar prestasi Guardiola bersama The Citizens.

Peluang menyalip Arsenal dalam perebutan gelar liga juga belum sepenuhnya tertutup. Jika City mampu melakukannya, Guardiola akan menutup eranya dengan salah satu akhir paling dramatis dalam sejarah klub.

Bila skenario itu terwujud, Guardiola akan mengoleksi 15 gelar domestik utama dari total 30 trofi yang tersedia selama sepuluh tahun terakhir. Koleksi itu belum termasuk Liga Champions, Piala Super Eropa, Piala Dunia Antarklub, dan tiga Community Shield.