INDOSPORT.COM - Manajer Arsenal, Mikel Arteta, mengaku siap menjadi pendukung terbesar Bournemouth pada Selasa (19/05) waktu setempat. Harapan itu muncul saat Arsenal berada di ambang gelar Liga Inggris pertama mereka dalam lebih dari dua dekade.
Kemenangan tipis 1-0 atas Burnley pada Senin malam membuat peluang The Gunners semakin terbuka. Kini, nasib perebutan gelar sangat bergantung pada hasil pertandingan Manchester City melawan Bournemouth di Vitality Stadium.
Jika City gagal meraih kemenangan, Arsenal memiliki kesempatan emas mengunci gelar lebih cepat. Menurut laporan dari ESPN, situasi itu membuat Arteta terang-terangan berharap Bournemouth mampu memberikan kejutan besar.
Ketika ditanya apakah dirinya akan menjadi pendukung Bournemouth selama 24 jam penuh, Arteta menjawab tanpa ragu. Pelatih asal Spanyol itu bahkan menyebut dirinya akan menjadi penggemar terbesar klub tersebut.
“Yang terbesar sepanjang masa,” ujar Arteta kepada wartawan selepas pertandingan. “Saya rasa sekarang kami semua adalah pendukung Bournemouth karena kami tahu betapa pentingnya hasil itu.”
Arsenal kini benar-benar berada dalam jarak sentuh menuju trofi liga pertama sejak 2004. Kemenangan atas Burnley ditentukan oleh gol sundulan Kai Havertz pada babak pertama yang menjaga asa mereka tetap menyala.
Meski menang, pertandingan itu kembali berjalan penuh ketegangan bagi publik Emirates Stadium. Ini menjadi laga menegangkan kedua secara beruntun setelah Arsenal sebelumnya juga menang tipis 1-0 atas West Ham United.
Arteta mengakui tekanan besar dalam fase akhir musim mulai menguras emosinya. Ia bahkan melontarkan candaan bahwa pekerjaannya sebagai pelatih mulai menguji batas kesabarannya.
“Saya kira rambut yang saya miliki tidak akan pernah habis, tetapi pekerjaan ini benar-benar mengujinya sampai batas maksimal,” kata Arteta sambil tersenyum usai laga.
Pelatih berusia 44 tahun itu juga mengaku belum tentu kuat menyaksikan penuh laga Manchester City kontra Bournemouth. Menurutnya, tensi pertandingan tersebut bisa terlalu berat untuk disaksikan tanpa rasa cemas berlebihan.
“Saya belum tahu berapa lama saya bisa menontonnya, tetapi saya pasti berada di depan televisi,” ungkap Arteta. “Saya berencana menontonnya bersama keluarga, tetapi saya belum tahu apakah sanggup menyaksikan semuanya.”
Pernyataan itu menggambarkan besarnya tekanan yang sedang dirasakan kubu Arsenal. Mereka sadar hasil pertandingan City bisa sangat menentukan arah perebutan gelar sebelum pekan terakhir dimulai.
Namun, apa pun hasil laga Manchester City kontra Bournemouth, Arsenal tetap memegang kendali penuh atas nasib mereka sendiri. Jika mampu mengalahkan Crystal Palace pada laga penutup musim, trofi Liga Inggris dipastikan menjadi milik mereka.
Skenario itu akan mengakhiri penantian panjang selama 22 tahun sejak terakhir kali Arsenal menjadi juara liga pada era Arsene Wenger. Sebuah momen bersejarah yang sangat dinantikan para pendukung setia The Gunners.
Kini seluruh perhatian publik London Utara tertuju pada Vitality Stadium. Untuk satu malam, Mikel Arteta dan jutaan pendukung Arsenal resmi berubah menjadi fans terbesar Bournemouth.