Piala Dunia

Timnas Iran Minta Amerika Serikat Beri Visa Khusus untuk Skuad Piala Dunia 2026

Kamis, 28 Mei 2026 19:06 WIB
Editor: Redaksi
© Instagram/teammellifootball
Ilustrasi foto Tim Nasional Iran. Instagram/teammellifootball Copyright: © Instagram/teammellifootball
Ilustrasi foto Tim Nasional Iran. Instagram/teammellifootball

INDOSPORT.COM - Federasi Sepak Bola Iran meminta Amerika Serikat memberikan visa multiple-entry bagi seluruh anggota tim nasional mereka untuk tampil di Piala Dunia 2026. Permintaan itu muncul setelah FIFA resmi menyetujui perpindahan markas latihan Iran dari Amerika Serikat ke Meksiko.

Delegasi Iran dipastikan akan bermarkas di Tijuana, Meksiko, selama turnamen berlangsung dan hanya masuk ke wilayah Amerika Serikat saat menjalani pertandingan fase grup. Situasi tersebut membuat tim Iran harus keluar-masuk perbatasan beberapa kali sepanjang kompetisi berlangsung.

Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, mengatakan pihaknya berharap pemerintah Amerika Serikat segera mengeluarkan visa untuk pemain serta staf pelatih Iran. Menurut Taj, kebutuhan visa khusus sangat penting mengingat mobilitas tim akan cukup tinggi selama turnamen berlangsung.

“Amerika Serikat harus memberikan visa multiple-entry kepada semua pemain karena mereka harus berkali-kali keluar dan masuk kembali ke wilayah AS,” ujar Mehdi Taj kepada wartawan lokal di Mashhad, Iran timur laut. Pernyataan tersebut disampaikan dua hari setelah FIFA mengumumkan relokasi markas latihan Iran ke Meksiko.

Hingga saat ini, skuad Iran dikabarkan belum menerima visa resmi untuk masuk ke Amerika Serikat menjelang Piala Dunia 2026. Beberapa anggota tim diketahui telah menjalani proses wawancara visa di Turki pada pekan lalu saat menjalani pemusatan latihan.

Pemain dan staf yang datang dari Iran menuju Turki melakukan pengajuan visa Amerika Serikat secara langsung di kedutaan setempat. Selain itu, anggota tim yang belum sempat mengurus dokumen sebelum konflik pecah pada Februari lalu juga menyerahkan permohonan visa secara langsung.

Tak hanya itu, seluruh anggota skuad Iran juga mengajukan visa Kanada sebagai langkah antisipasi apabila berhasil lolos ke babak gugur. Sebab, sebagian pertandingan fase knockout Piala Dunia 2026 akan dimainkan di stadion yang berada di wilayah Kanada.

Ketegangan politik di kawasan Timur Tengah turut memengaruhi persiapan Iran menuju Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari yang kemudian memicu konflik regional berkepanjangan selama tiga bulan terakhir.

Walaupun sempat terjadi gencatan senjata, situasi keamanan kembali memanas setelah Amerika Serikat melakukan serangan terhadap fasilitas militer Iran pada Rabu waktu setempat. Sebagai balasan, Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC melancarkan serangan terhadap sebuah “pangkalan udara Amerika” di kawasan tersebut.

Tim nasional Iran dijadwalkan memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Selandia Baru pada 15 Juni di Los Angeles, California. Setelah itu, Iran akan menghadapi Belgia enam hari kemudian sebelum menutup fase Grup G melawan Mesir di Seattle, Washington, pada 21 Juni.

FIFA pada Senin lalu mengonfirmasi bahwa markas latihan Iran resmi dipindahkan dari Amerika Serikat ke Meksiko atas permintaan federasi sepak bola Iran. Sebelumnya, Iran sempat memilih kompleks olahraga di Tucson, Arizona, sebagai pusat latihan utama selama turnamen berlangsung.

Namun, perkembangan situasi politik dan persoalan administratif membuat Iran akhirnya meminta perubahan lokasi kepada FIFA beberapa bulan terakhir. Ketika FIFA merilis daftar final base camp peserta Piala Dunia pekan ini, Iran dipastikan memilih Centro Xoloitzcuintle di Tijuana, Meksiko.

Lokasi Tijuana yang berada tepat di perbatasan Amerika Serikat dan dekat dengan San Diego dianggap lebih memudahkan mobilitas tim Iran. Mehdi Taj menilai posisi geografis tersebut akan membantu skuadnya mengatasi berbagai kendala administratif terkait visa selama turnamen berlangsung.

Taj sebenarnya sudah mengumumkan rencana perpindahan markas latihan Iran sejak Sabtu lalu sebelum FIFA memberikan pengesahan resmi. Federasi Sepak Bola Iran kemudian memastikan semua proses perpindahan telah dilakukan sesuai prosedur dan mendapatkan persetujuan penuh dari FIFA.

“Semua markas latihan peserta Piala Dunia harus mendapatkan persetujuan FIFA,” kata Taj dalam pernyataan resminya kepada media Iran. Ia menambahkan bahwa permintaan perpindahan markas dari Amerika Serikat ke Meksiko diterima setelah serangkaian pertemuan dengan pejabat FIFA di Istanbul dan Teheran.

“Syukurlah, setelah permintaan yang kami ajukan serta pertemuan dengan pejabat FIFA dan panitia Piala Dunia di Istanbul, termasuk rapat virtual dengan Sekretaris Jenderal FIFA di Teheran, permintaan kami untuk memindahkan markas tim dari Amerika Serikat ke Meksiko akhirnya disetujui,” lanjut Taj.

Piala Dunia 2026 sendiri akan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli dengan Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko bertindak sebagai tuan rumah bersama. Turnamen edisi kali ini juga menjadi sejarah baru karena diikuti 48 negara peserta untuk pertama kalinya dalam sejarah kompetisi.