Luis Suarez Sang Kanibal
Luis Suarez memang jagonya bikin kontroversial di atas lapangan hijau. Penyerang Uruguay itu pernah menahan sundulan Dominic Adiyiah, yang menuju ke dalam gawang, dengan tangan pada Piala DUnia Afsel 2010. Akibatnya, Uruguay mendapat hukuman penalti.
Tapi dewi fortuna berpihak kepada Suarez dan kawan-kawan. Meskipun Suarez diganjar kartu merah atas aksinya itu, tendangan penalti Asamoah Gyan membentur mistar gawang. Dan Uruguay lolos ke semifinal setelah menyingkirkan Ghana 4–2 melalui adu penalti.
Di tingkat klub, Suarez juga tukang bikin masalah. Bersama klubnya saat ini, Liverpool, pemain 27 tahun itu kerap beberapa kali menjadi pemberitaan utama media-media di Inggris. Ketika pertama kali datang ke Liverpool, Suarez dicap sebagai tukang diving.
Puncaknya pada Januari 2013, Suarez mengaku sengaja melakukan diving saat Liverpool bermain imbang 0-0 dengan Stoke City pada 7 Oktober 2012. Akibatnya manajer Brendan Rodgers menilai tindakan tersebut tidak bisa diterima dan klub akan memberikan hukuman secara internal.
Bahkan situs sepakbola di Spanyol, El Gol Digital, menempatkan Suarez diperingkat kelima sebagai pemain paling kotor dalam dunia sepakbola.
Selain masalah diving, Suarez juga pernah berseteru dengan bek Prancis Patrice Evra karena masalah rasialisme. Aksi rasial itu terjadi ketika Evra terus menjaga Suarez saat Liverpool menjamu Manchester United di Anfield.
Meskipun Suarez membantah tuduhan tersebut, dan Liverpool memberikan dukungan penuh, Federasi Sepakbola Inggris (FA) menyalahkan Suarez setelah melakukan penyelidikan. Dan menghukum Suarez dengan larangan bermain selama delapan pertandingan dan denda 40 ribu pounds atau sekitar Rp815,66 juta (kurs Rp20,400).
Kini, pada Piala Dunia Brasil 2014 Suarez kembali membuat gempar. Kali ini Suarez melakukan spesialisasinya, yakni menggigit pemain lawan. Sebelumnya Suarez pernah dua kali menggigit pemain lawan, dan gigitan kepada Giorgio Chiellini adalah yang ketiga. Berikut kisah lengkapnya.
1. Cannibal of Ajax (20 November 2010)
Sejak didatangkan dari Groningen dengan mahar 6,6 juta pounds atau sekitar Rp134,58 miliar (kurs Rp20,400) pada musim panas 2007, Luis Suarez langsung menjelma menjadi mesin gol Ajax.
Pada musim pertamanya, Suarez membukukan 17 gol dan 14 assist dari 33 penampilan di Eredivisie. Kemudian Suarez semakin meroket dengan mencatat 22 gol dan 15 assist dari 31 pertandingan. Puncaknya, Suarez menjadi top scorer Eredivisie 2009-2010 dengan torehan 35 gol dan 17 assist dalam 33 pertandingan.
Namun, catatan manis Suarez bersama Ajax selama tiga musim tercoreng ketika Suarez melakukan kesalahan fatal dalam pertandingan melawan PSV Eindhoven. Awal Eredivisie musim 2010-2011 Suarez sudah absen dalam dua pertandingan pertama karena hukuman kartu merah pada musim sebelumnya.
Namun setelah pulang memperkuat Uruguay pada Piala Dunia Afsel 2010, Suarez berubah drastis di Ajax. Suarez sempat membuat tujuh gol dari sembilan pertandingan, namun dalam lima pertandingan Eredivisie terakhirnya bersama Ajax Suarez puasa gol.
Pada pertandingan ke-15 Eredivisie, aksi memalukan Suarez terjadi dalam duel sengit melawan PSV pada 20 November 2010. Pada laga yang berkesudahan 0-0 itu, Suarez menggigit gelandang serang PSV Otman Bakkal.
Akibatnya Ajax Amsterdam menghukum Suarez larangan bermain dalam dua pertandingan dan denda, di mana uang denda tersebut akan disumbangkan untuk amal. Selain hukuman dari Ajax, Federasi Sepakbola Belanda (KNVB) juga menghukum Suarez. KNVB melarang Suarez bermain dalam tujuh pertandingan Eredivisie. Bahkan surat kabar Belanda, De Telegraaf, menyebut Suarez dengan Cannibal of Ajax.
Hukuman dari KNVB selesai, Ajax pun memerintahkan pelatih Frank de Boer untuk tidak memainkan Suarez. Dan setelah absen dalam laga melawan NAC Breda, Ajax langsung menjual Suarez pada pertengahan musim 2010-2011 ke Liverpool dengan harga 22,8 juta poundsterling atau sekitar Rp464,92 miliar.
2. Berangus Branislav (21 April 2013)
Bersama Liverpool, Suarez ternyata masih gemar menggigit pemain lawan. Korban kedua Suarez adalah Branislav Ivanovic, ketika The Reds menjamu Chelsea di Anfield dalam pertandingan ke-34 Premier League musim 2012-2013.
Insiden gigitan Suarez kepada Ivanovic terjadi ketika Liverpool tertinggal 1-2 dari Chelsea. Tidak ingin kalah di hadapan pendukungnya sendiri, Liverpool tampil menyerang. Namun Liverpool kesulitan melewati tembok kokoh pertahanan Chelsea.
Kesal kesulitan melewat ketatnya pertahanan keras dari Chelsea, Suarez naik darah. Pemain asal Uruguay itu menggigit lengan Ivanovic pada menit ke-66. Sayang wasit Kevin Friend tidak menghukum Suarez. Tetapi FA tidak tinggal diam dan melakukan penyelidikan. Hasilnya Suarez dihukum larangan bermain sebanyak 10 pertandingan.
Lagi-lagi, aksi Suarez menggigit kepada Ivanovic, juga mencoreng penampilan gemilangnya bersama Liverpool pada musim itu. Sebelum insiden gigitan kepada Ivanovic, Suarez telah mencatat 23 gol dan 11 assist dari 33 pertandingan.
3. Chiellini yang Ketiga (24 Juni 2014)
Setelah absen lima pertandingan Premier League 2013-2014, Luis Suarez mengaku sudah berubah. Ia menegaskan telah lebih dewasa dan tidak akan melakukan hal-hal kontroversial lagi. Dan ucapan Suarez terbukti dengan tampil gemilang bersama Liverpool pada 2013-2014.
Suarez benar-benar menjauhi hal-hal kontroversial dengan mencatat 31 gol dan 21 assist dari 33 pertandingan. Serta membawa Liverpool finis sebagai runner-up dan menjadi top scorer Premier League musim itu.
Tapi, tampaknya ada yang salah terhadap Suarez ketika tampil di Piala Dunia Brasil 2014. Ketika melakoni pertandingan pamungkas Grup D melawan Italia, tampaknya gigi Suarez gatal untuk menggigit pemain lawan, dan korbannya adalah bek Italia Giorgio Chiellini.
Saat itu Uruguay butuh kemenangan untuk lolos ke babak 16 besar, namun lagi-lagi Suarez mendapat pengawalan ketat dari bek-bek Italia, termasuk Chiellini. Puncaknya pada menit ke-79 emosi Suarez kembali meradang.
Suarez tertangkap kamera menggigit bahu Chiellini. Lucunya Suarez malah terjatuh kesakitan dan memegangi giginya. Wasit Marco Antonio Rodriguez tak melihat insiden tersebut. Dan meski Chiellini memperlihatkan bekas gigitan Suarez di bahunya, wasit asal Meksiko itu tidak menggubrisnya.
FIFA kabarnya akan menyelidiki insiden tersebut, jika terbukti bersalah Suarez kemungkinan besar akan mendapat hukuman berat. Kabarnya Suarez bisa dihukum hingga Piala Dunia Brasil usai.