x

Penghargaan Ballon d'Or Penuh Intrik Politik

Kamis, 27 November 2014 03:26 WIB
Editor: Irfan Fikri

Franck Ribery mengaku tak terlalu kecewa gagal meraih gelar Ballon d’Or musim lalu. Menurutnya, ajang ini hanya akal-akalan saja.

"Saya melihat bagaimana Sepp Blatter memeluk Ronaldo dan bagaimana seluruh keluarganya ada di sana. Aku tidak bodoh. Itu jelas bahwa ia pasti bakal menang. Jika tidak menang dia tidak akan membawa seluruh keluarga dalam acara tersebut,” tegas ia kepada Sport Bild.

Ribery kalah oleh Cristiano Ronaldo, padahal pemain asal Prancis ini bermain cemerlang dengan membawa timnya Bayern Muenchen meraih treble winner.

Untuk penghargaan musim ini, Ribery bahkan tidak masuk daftar 23 kandidat pemain terbaik meski ia masuk nominator kuat musim lalu.

"Penghargaan musim ini akan sama dengan musim lalu. Meski aku takut mengatakannya, namun penghargaan ini kental dengan nuansa politik. Ballon d'Or tidak lagi untuk pemain terbaik. Ini semua tentang politik,” tegas ia.

Ia lantas menjagokan dua rekannya di Muenchen, Manuel Neuer dan Arjen Robben untuk mendapatkan penghargaan ini.

Bagi saya, Neuer atau Robben harus menjadi juaranya, hanya ada dua sudut pandang," kata Ribery,

"Manuel (Neuer) sudah memenangi semuanya, ia juga orang yang baik, tidak sombong. Arjen memainkan musim yang luar biasa di Bundesliga dan juga bermain sempurna di Piala Dunia. Tapi saya takut masih ada kepentingan politis di pemilihan ini."  

"Aku tidak merindukan Ballon d'Or. Saya tidak cemburu karena penghargaan ini tidak berarti apa-apa bagi saya lagi. Saya senang dengan apa yang saya miliki di sini (Muenchen),” tegas ia.

Cristiano RonaldoFranck Ribery

Berita Terkini