x

3 Penyebab Kekalahan Real Madrid

Minggu, 8 Maret 2015 16:12 WIB
Editor: Joko Sedayu

Real Madrid datang ke wilayah Basque dengan kepala tegak. Maklum, selain sebagai pemuncak klasemen sementara La Liga musim ini, Los Blancos berhasil mengalahkan Athletic Bilbao dengan skor 5-0 pada pertemuan pertama di Santiago Bernabeu, pada awal Oktober 2014.

Namun, skuad asuhan Ernesto Valverde saat ini berbeda 180 derajat dengan lima bulan lalu. Los Leones berhasil menyulitkan Real Madrid untuk mengembangkan permainan, dan tuan rumah unggul 1-0 lebih dulu pada menit ke-26 melalui gol Aritz Aduriz, yang bertahan hingga laga bubar.

Pada laga itu penjaga gawang Gorka Iraizoz tampil gemilang dengan beberapa kali mementahkan peluang yang diciptakan oleh Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan. Tapi tidak hanya penampilan individu dari Iraizoz, secara tim Bilbao bermain kompak sehingga menyulitkan pasukan Carlo Ancelotti menembus pertahanan Bilbao.

Bagi para fans Los Merengues ini sangat membingungkan. Padahal Madrid bermain dengan hampir kekuatan terbaiknya, di mana Ronaldo dan Gareth Bale bermain selama 90 menit. Sepanjang pertandingan Madrid juga mendominasi pertandingan dengan 65 persen penguasaan bola dan mencatat 13 peluang emas.

Untuk itu, INDOSPORT mencoba menganalisis kekalahan Madrid dari Bilbao. Berikut tiga penyebab kekalahan Madrid di San Mames:

1. Absennya Sergio Ramos

Gol semata wayang Bilbao ke gawang Madrid tercipta melalui sundulan yang dilakukan oleh Aduriz. Menyambut umpan lambung dari Mikel Rico, tandukkan Aduriz pada menit ke-26 tidak bisa ditangkap oleh sang kapten Madrid, Iker Casillas.

Sebelum gol terjadi, umpan lambung Rico terlihat akan mudah diantisipasi oleh Pepe. Namun Aduriz datang dari tengah lapangan dan memotong umpan Rico, sedangkan Pepe hanya bisa menyesali atas pergerakan lambatnya dalam mengantisipasi bola.

Andai saja ada Sergio Ramos, mungkin gol tersebut tidak bakal tercipta. Pasalnya, seperti yang kita ketahui, bek tim nasional Spanyol itu tidak hanya lincah merebut bola, namun juga kuat dalam duel di udara. Bahkan Ramos beberapa kali mencetak gol melalui sundulan.

Ramos absen karena mengalami cedera otot dan diharuskan beristirahat selama enam pekan. Cedera yang dialami Ramos terjadi ketika memperkuat Madrid saat melawan Sevilla pada awal Februari 2015.

2. Fokus Liga Champions

Madrid tampaknya sangat serius dengan pertandingan leg kedua babak 32 besar Liga Champions musim ini. Padahal Madrid telah mengalahkan Schalke 04 dengan skor 2-0 pada leg pertama di Veltins Arena, yang artinya Los Blancos hanya butuh hasil imbang saat bermain pada leg kedua di Santiago Bernabeu.

Ya, Madrid tahu betul bahwa Schalke akan datang ke Santiago Bernabeu dengan semangat membara, meskipun kalah 0-2 pada leg pertama. Justru kekalahan pada leg pertama akan membuat anak asuhan Roberto Di Matteo bermain lepas tanpa beban.

Artinya, Schalke akan tampil mati-matian pada leg kedua. Dan hal tersebut jelas dipahami oleh para pemain Madrid, sehingga mereka tampil kurang maksimal di San Mames karena fokus mereka sudah terpecah untuk pertandingan Liga Champions, di mana mereka berstatus sebagai juara bertahan.

3. Pemain Los Blancos Bermain Individu

Seperti yang kita ketahui, Madrid adalah klub raksasa yang dihuni pemain bintang. Namun kehadiran pemain kelas atas memberikan dampak negatif jika mereka bermain secara individu, bukan secara tim. Dan hal tersebut terlihat ketika Madrid kalah 0-1 di kandang Bilbao.

Para pemain bertahan Bilbao bisa dengan mudah membaca permainan Madrid yang terlalu bertumpu kepada Ronaldo dan Bale. Sehingga ketika dua pemain tersebut dikawal ketat oleh lawan, maka permainan Los Blancos pun tidak bisa berkembang.

Dan, masalah tersebut juga diakui oleh sang pelatih Ancelotti. Pelatih asal Italia itu menilai para pemain Madrid bermain secara individu. "Masalah kita bukan di lini belakang, tapi di lini depan," seperti dikutip dari ESPN.

"(Bale, Benzema, dan Ronaldo tak bermain baik, tapi itu bukan kesalahan mereka bertiga. Kami semua bertanggung jawab dengan serangan. (Tapi) kapi bermain terlalu individu, bermain sendirian disaat kita harus bermain cepat dan sedikit sentuhan," sambung Ancelotti.

Real MadridCristiano RonaldoLaLiga SpanyolSergio RamosCarlo AncelottiAthletic Bilbao

Berita Terkini