6 Aksi Protes Fans Terhadap Klub
Di akhir pekan ini terdapat dua aksi protes yang dilakukan fans dari dua klub dan liga berbeda. Di laga Liga Italia, sekelompok fans yang menamakan Curva Sud Milano memboikot laga AC Milan vs Cagliari sementara di Spanyol, dua orang fans Real Madrid menghadang dan menyerang mobil pemain Real Madrid. Kecewa berat terhadap penampilan klub menjadi alasannya.
Para fans ini merasa sudah memberikan apapun untuk mendukung klub kebanggannya dengan menonton langsung ke stadion namun pengorbanan mereka justru tidak sejalan dengan prestasi klub.
Berikut INDOSPORT rangkum 6 aksi protes fans terhadap klub kesayangan mereka:
1. Los Biris (fans Sevilla)
Pada musim 2012/2013 sekelompok fans Sevilla yang menamakan diri 'Los Biris' melancarkan aksi protes dengan cara tidak datang ke stadion saat Sevilla bertemu Real Madrid dalam lanjutan La Liga Spanyol musim itu.
Los Biris bahkan mengajak kelompok lain bernama 'Biris Norte' untuk sama-sama tidak masuk ke dalam stadion saat laga berlangsung. Aksi fans Sevilla ini merupakan aksi balasan terhadap manajemen klub yang mencabut keanggotaan beberapa fans Sevilla yang menyanyikan lagu menentang dewan direksi Sevilla saat itu.
2. Fans Glasgow Rangers
Klub liga Skotlandia, Glasgow Rangers pernah alami aksi protes yang dilakukan sekelompok fans mereka. Penyebabnya, Rangers di 2014 pernah berencana menjual mayoritas sahamnya kepada Rafat Rizvi, buronan kasus Bank Century di Indonesia.
Fans Rangers sangat marah dan mendesak pihak direkasi segara mencabut keputusan dari Sandy Easdale, direktur Rangers saat itu yang menetapkan Rafat sebagai ketua klub. Para fans Rangers pun membentangkan spanduk dan turun ke jalan melakukan demo menentang kebijakan direksi tersebut.
3. Tifosi Lazio
Pada Minggum 09 Maret 2014, Lazio melakoni laga melawan Atlanta di stadion Olimpico. Berharap dapat dukungan dari tifosi ternyata bukan dukungan yang didapat namun justru bangku-bangku stadion Olimpico nyaris tak berpenghuni.
Ini merupakan aksi boikot dari fans Lazio kepada klub kesayangan mereka, tifosi Lazio memprotes sosok Claudio Lotito. Tifosi Lazio melihat Lotito tidak banyak membawa perubahan untuk Lazio hal ini dapat dilihat dari minimnya belanja pemain di musim itu. Puncak kemarahan tifosi terjadi saat Lotito malah menjual aset Lazio, Hernanes ke Inter Milan.
4. Curva Sud Milano
Sekolompok tifosi AC Milan yang menamakan diri mereka, Curva Sud Milano gelar aksi protes saat pertandingan AC Milan vs Cagliari, Sabtu 21 Maret 2015. Curva Sud Milano mengajak seluruh tifosi AC Milan untuk tidak masuk ke dalam stadion San Siro saat laga berlangsung. Mereka juga membentangkan banyak poster bernada kritik.
Penyebab aksi protes ini tentu saja akibat buruknya penampilan AC Milan di beberapa pertandingan terakhir. Curva Sud Milano juga meminta tifosi lain untuk mendukung aksi mereka ini dengan menuliskan hastag #SAVEMILANO di akun media sosial mereka.
5. Fans Real Madrid
Usai laga El Clasico melawan Barcelona yang berkesudahan untuk kemenangan Azulgrana, fans Real Madrid sangat kecewa. Dua orang fans Madrid terekam kamera menghadang mobil pemain Madrid yang sedang meninggalkan stadion, mereka bahkan sempat menyerang mobil Gareth Bale dan Jese.
Sergio Ramos yang juga mendapat hadangan justru membalas tindakan dua fans ini. Ramos yang menghentikan kendaraanya di depan mereka, membuka kaca pintu mobilnya dan berdialog dengan dua orang tersebut. Ramos mengkritik aksi dua orang fans ini