x

(Analisis) 3 Faktor yang Buat AC Milan Alami Keterpurukan

Kamis, 30 April 2015 08:11 WIB
Editor: Galih Prasetyo

Bermain dihadapan publik sendiri, stadion San Siro, Milan, Italia bukan menjadi jaminan untuk AC Milan di musim ini. Saat menjamu Genoa dinihari tadi, AC Milan kalah 1-3, kekalahan ke 10 AC Milan di musim ini. kekalahan yang membuat AC Milan kini terjerembab di peringkat ke 10. 

Hasil yang tentu bukan membanggakan untuk tim sebesar AC Milan, klub yang miliki reputasi besar di Italia dan Eropa bahkan dunia. Ditilik dari statistik musim ini, AC Milan miliki kesamaan dengan tim-tim seperti Palermo (peringkat 11), Chievo (peringkat 12) dan Verona (peringkat ke 13), keempat tim ini sama-sama baru mengemas 10 kali kemenangan. 

Rekor kemenangan AC Milan ini di serie A Italia yang baru 10 bahkan kalah dari Torino (peringkat 9) yang sudah mengemas 12 kali kemenangan serta Genoa (peringkat 6) yang sudah koleks 13 kali kemenangan. 

Lantas apa yang membuat tim sebesar AC Milan terpuruk? Berikut INDOSPORT rangkumkan untuk pembaca setia, faktor yang membuat AC Milan terpuruk musim ini: 


1. Badai cedera

Pelatih AC Milan, Filippo Inzaghi sempat mengatakan kepada media bahwa badai cedera yang dialami skuadnya membuat pengaruh signifikan terhadap permainan AC Milan musim ini. Inzaghi praktis tidak bisa mainkan penyerang muda berbakat AC Milan, Stephan El Shaarawy yang alami cedera panjang. Pemain berusia 22 tahun ini memang menderita cedera yang tak kunjung sembuh sejak musim lalu. Lalu ada nama Mattia Destro, Alessio Cerci, Alex, De Sciglio serta Adil Rami yang bolak balik masuk meja operasi. 


2. Minus pemain besar

Jika tim-tim besar di liga-liga eropa di awal musim ini memboyong banyak pemain besar untuk memperkuat skuad mereka lain halnya dengan klub-klub di Italia, termasuk AC Milan. Krisis ekonomi memang sedang melanda klub-klub di Italia, maka mau tidak mau manajemen AC Milan wajib menjual beberapa pemain besarnya dan hanya mendatangkan pemain 'level 2'. Legenda AC Milan, Ruud Gullit pernah mengatakan, 

"AC Milan menjual pemain-pemain terbaiknya lima tahun lalu dan sasarannya adalah menjaga anggaran tetap terkendali, sebuah cara yang saya sepakati untuk kelangsungan hidup klub. Tapi sebagai akibatnya Anda tak punya tim juara.” kata Gullit. 


3. Ketidakpercayaan fans

Beberapa klub besar eropa musim ini sebenarnya alami nasib serupa. Sebut saja Manchester United di liga Inggris yang masih proses adaptasi sejak Sir Alex Ferguson, sama dengan AC Milan, Man United sejak dua musim terakhir tidak menunjukan prestasi membanggakan. Namuna bedanya, Milan seperti sudah kehilangan kepercayaan dari fans mereka, hal yang tidak dialami Manchester United. 

Di musim ini, sekelompok fans AC Milan, Curva Sud pernah serukan boikot terhadap AC Milan jika mereka lakoni laga kandang di San Siro. Bahkan di laga dinihari tadi kontra Genoa, beberapa fans tampilkan aksi protes dengan membentangkan tulisan seperti 'Basta' serta tulisan lain bernada protes. Jika banyak klub sangat mengharapkan dukungan para fans sebagai pemain ke 12 untuk mengangkat mental tim, hal yang tidak dialami AC Milan musim ini. 

ItaliaAC MilanFilippo Inzaghi

Berita Terkini