(VIDEO) 5 Gol Terbaik di Final Piala FA
Arsenal berpeluang menjadi klub paling sukses di Piala FA. Hingga saat ini, The Gunners, bersama Manchester United, adalah klub yang paling sering menjuarai Piala FA dengan torehan 11 trofi. Sedangkan Aston Villa telah merengkuh tujuh trofi dari 10 kesempatan lolos ke final.
Wajib Baca
5 Kisah Lain Tragedi Heysel 1985
8 Hal Menarik Liga Primer Inggris Musim 2014/2015
Ini 5 Fakta Menarik Juara Liga Champions
4 Fakta Unik tentang Anak Kedua Messi
5 Tujuan Wisata Pesepakbola Dunia
Piala FA telah bergulir sejak 1871/72. Wanderers adalah tim pertama yang menjuarai Piala FA setelah menaklukkan Royal Engineers dengan skor 1-0.
Sejauh ini telah digelar 147 pertandingan final Piala FA, termasuk laga replay. Dari 147 laga tersebut, tercipta banyak gol indah dan bersejarah.
Berikut ini deretan lima gol terbaik yang tercipta di final Piala FA:
Baca Juga
Liga Indonesia | Liga Primer | Liga Champions | Bundesliga
La Liga | Serie A | Selebrita | Komunitas | Transfer Pemain
1. Roberto Di Matteo (Chelsea vs Middlesbrough, 1997)
Di Matteo mencetak gol pertama Chelsea dalam kemenangan 2-0 atas Middlesbrough di final Piala FA musim 1996/97. Pemain legendaris The Blues asal italia itu mencetak gol spektakuler ketika pertandingan baru berjalan 42 detik.
Lewat skema serangan balik, Di Matteo menggiring bola dari daerah pertahanan sendiri. Di Matteo kemudian melepaskan tendangan kaki kanan dari jarak 25 yard atau sekitar 22,8 meter.
2. Ricky Villa (Tottenham Hotspur vs Manchester City, 1981)
Ricardo Villa atau biasa disapa Ricky Villa jadi salah satu pemain asal Argentina yang sukses bersama Spurs. Villa menjadi pahlawan Spurs lewat dua golnya ke gawang Manchester City, dalam pertandingan replay final Piala FA musim 1980/81.
Salah satu gol Villa tercipta lewat cara yang membutuhkan skill tinggi. Villa meliuk-liuk di dalam kotak penalti The Citizens untuk melewati hadangan empat pemain lawan. Mantan pemain Racing kClub itu kemudian melepaskan tendangan mendatar yang tak mampu dihadang kiper Joe Corrigan.
Spurs keluar sebagai juara usai menaklukkan The Citizens dengan skor 3-2.
3. Steve MacKenzie (Manchester City vs Tottenham Hotspur, 1981)
Kembali gol indah tercipta di final Piala FA 1980/81 yang mempertemukan Spurs kontra City. Setelah bermain imbang 1-1 di laga pertama, City harus takluk 2-3 di pertandingan ulang.
Di laga replay, City tertinggal di menit kedelapan. Namun, MacKenzie sempat menghidupkan asa The Citizens lewat gol tendangan voli pada menit ke-11.
Usai menerima umpan sundulan dari rekan setim, MacKenzie langsung menghajar bola dengan kaki kanan tanpa mengontrolnya lebih dulu dari luar kotak penalti. Bola melesat deras ke pojok kiri atas gawang Milija Aleksic.
4. Stuart Pearce (Nottingham Forest vs Tottenham Hotspur, 1991)
Pearce mencetak gol tendangan bebas spektakuler untuk membawa Forest unggul lebih dulu atas Spurs pada menit ke-16.
Berawal dari pelanggaran Paul Gasciogne terhadap Garry Parker, wasit memberikan hadiah free kick di depan kotak penalti. Pearce mengeksekusi tendangan bebas dengan sepakan keras kaki kirinya. Namun, Forest gagal keluar sebagai juara setelah takluk 1-2 dari Spurs.
5. Norman Whiteside (Manchester United vs Everton, 1985)
MU harus bermain dengan 20 orang sejak menit ke-78 setelah Kevin Moran menerima kartu merah langsung. Namun, MU sukses keluar sebagai pemenang lewat gol tunggal yang dicetak Whiteside di babak perpanjangan waktu.
Gol Whiteside berawal dari pergerakannya ke sisi kiri pertahanan Everton. Meski dihadang satu pemain lawan, Whiteside sukses melepaskan tendangan melengkung kaki kiri. Kiper Everton, Neville Southall, tak mampu menjangkau bola yang melesat ke tiang jauh.
6. Steven Gerrard (Liverpool vs West ham United, 2006)
Gerrard mencetak gol lewat ciri khasnya, tendangan jarak jauh, saat Liverpool menghadapi West Ham di final Piala FA musim 2005/06.
Gerrard mencetak gol spektakuler sekaligus memaksa West Ham melakoni babak tambahan. Tertinggal 2-3, Gerrard sukses memaksa skor imbang lewat tendangan dari jarak 32 meter pada menit ke-90 1’.
The Reds akhirnya keluar sebagai juara setelah menang 3-1 atas The Hammers lewat adu tendangan penalti.