(Analisis) 3 Alasan Pemain Lokal Tak Dilirik Klub Liga Inggris
Bergelimang uang ialah gambaran dari bisnis liga Primer Inggris. Kondisi yang menarik minat banyak stakeholder sepakbola. Tak heran jika banyak pesepakbola hebat non Inggris berlomba-lomba untuk membela klub liga Primer Inggris. Kondisi yang bagus untuk para investor namun tidak untuk perkembangan sepakbola Inggris.
Bagaimana tidak, produk lokal Inggris kini kian tergerus. Klub-klub besar liga Inggris sudah tidak lagi meminati pembelian besar-besaran untuk pemain asli Inggris. Jika kita melihat perkembangan berita bursa transfer saat ini, terlihat jelas bagaimana Manchester United, Chelsea, Liverpool, Arsenal, Manchester City tak mengincar pemain lokal Inggris.
Mungkin hanya Liverpool yang baru tercatat membeli pemain asli Inggris yang berasal dari klub tradisional Inggris yakni Danny Ings dari Burnley dengan harga yang lumayan. Meski masih ada rumor soal ketertarikan Manchester United pada penyerang muda berbakat asal Tottenham Hotspur, Harry Kane.
Lantas apa alasan pemain asli Inggris justru terbuang? Berikut 3 alasan pemain Inggris tak diminati klub liga Primer Inggris versi INDOSPORT:
1. Era Globalisasi
Seiring sejalan dengan era globalisasi saat ini, mau tak mau, suka tak suka, sepakbola pun merasakan dampaknya. Liga primer Inggris merasakan betul bagaimana dampak dari era globalisasi. Bicara dampak positif, tentu aliran uang mengalir deras untuk klub-klub yang di era 90an hanya berstatus 'klub penggembira'
Era globalisasi juga yang membuat Chelsea dan Manchester City jadi klub hebat saat ini. Miliaran poundsterling keluar dari kocek Roman Abramovich dan Mansour bin Zayed Al Nahyan untuk membangun kerajaan mereka. Raihan gelar pun dirasakan fans kedua klub ini. Hal yang mustahil kala sepakbola Inggris masih didominasi Manchester United, Arsenal dan Liverpool.
Efek negatifnya tentu saja bagaimana semua yang mengurus klub Inggris diisi oleh para pendatang. Pembukaan akademi-akademi di seluruh dunia pun dilakukan, tujuannya mendapat talenta muda dari luar Inggris. Kondisi yang kemudian membuat produk-produk binaan West Ham United, Leeds United atau Fulham tak lagi dilirik klub-klub besar liga Inggris.
Bayangkan untuk musim lalu saja, total 20 klub liga Inggris yang total membelanjakan hampir 835 juta poundsterling atau setara dengan Rp 16,2 triliun, tiga klub besar (Manchester United, Liverpool dan Chelsea) yang pemilik sahamnya pengusaha asing membelanjakan pemain baru dengan harga fantastis. Sayangnya semua uang itu digelontorkan untuk membeli pemain dan pelatih dari luar Inggris.
2. Ekspansi pemain luar Inggris
Ekspansi pemain non Inggris ialah dampak turunan dari Era globalisasi di sepakbola Inggris. Seperti yang disampaikan sebelumnya, tiga klub besar Inggris, Manchester United, Chelsea dan Liverpool belanjakan uang banyak untuk datangkan pemain baru yang sayangnya bukan produk asli Inggris.
Manchester United yang paling aktif musim lalu, total keluarkan uang mencapai 150 juta poundsterling untuk memboyong Angel Di Maria (59.7 juta poundsterling) Radamel Falcao, Daley Blind. Lalu ada Chelsea yang memboyong Diego Costa, Filipe Luis dan Cesc Fabregas. Sementara Arsenal merekrut Alexis Sanchez, Mesut Ozil. Lalu Liverpool membeli Emre Can, Lazar Markovic, Alberto Moreno serta Mario Balotelli.
Hebatnya lagi gaji pemain non Inggris pun tak kalah besar. Radamel Falcao misalnya, ia digaji 340 ribu poundsterling serta Di Maria mendapat 240 ribu poundsterling. Pemain asing mana yang tak tergiur untuk merasakan atmosfer uang di liga Inggris.
Bahkan dimusim lalu, pemain termahal di klub besar liga Inggris, didominasi berasal dari luar Inggris. Angel Di Maria, 59,7 juta poundsterling (Manchester United), Diego Costa, 32 juta poundsterling (Chelsea), Alexis Sanchez, 35 juta poundsterling (Arsenal), Eliaquim Mangala, 32 juta poundsterling (Manchester City). Dimana pemain lokal Inggris? tercatat hanya Liverpool yang mau keluarkan dana sebesar 25 juta poundsterling untuk Adam Lallana.
3. Kuota pemain asing "tak berjalan"
Presiden FA, Greg Dyke pernah mengusulkan untuk adanya kuota pemain non Inggris, usul yang kemudian sangat disetujui dan dianggap penting oleh pemain lokal Inggris, Wayne Rooney salah satunya namun justru dianggap berbahaya dan disebut bisa menurunkan kualitas liga Inggris, pernyataan itu dilontarkan pelatih asal Prancis, Arsene Wenger.
Dyke mengusulkan wacana itu untuk menjaga kualitas produk asli Inggris. Memberikan peluang untuk pemain-pemain lokal Inggris bisa mendapat tempat di klub besar. Namun usulan sebatas usulan yang tak seutuhnya terealisasi.
Data menyebutkan pada 2013/14, 8 klub liga Inggris menggunakan 44 pemain baru, 33 diantaranya ialah pemain asing, 1/4 dari 373 pemain asing di liga Primer Inggris musim 2013/14 ialah pemain asing. Hanya Burnley yang tercatat paling banyak menggunakan jasa pemain lokal Inggris yakni sebanyak 13 pemain.