5 Tim Lakukan Aksi Walk Out
Bonek FC melakukan aksi Walk Out terhadap keputusan wasit dalam laga kontra Sriwijaya FC di laga putaran kedua babak perempat final Piala Presiden.
Tindakan ini bukan pertama kali dilakukan di lapangan hijau. Sejumlah klub lain pun pernah melakukannya sebagai bentuk protes.
Aksi WO yang lebih banyak terjadi dilakukan sebagai bentuk protes terhadap tindakan rasis yang terjadi di lapangan sepakbola. Namun protes terhadap keputusan wasit yang dinilai tak adil, seperti yang dilakukan Bonek FC, juga menjadi alasan kesebelasan lain melakukan aksi WO.
Tim mana saja yang pernah melakukan aksi WO di lapangan hijau? Apa saja alasannya? Berikut adalah pilihan INDOSPORT.
1. Manchester Maccabi
Salah satu pemain Manchester Maccabi mendapat perlakuan rasis saat bertanding melawan Curzon Ashton di ajang Tameside League u-16.
Manajer klub asal Inggris itu, Anthony Dennison, pun memimpin anak asuhnya ke luar lapangan saat skor berada di posisi 9-2 untuk keunggulan tim lawan. FA dan organisasi anti rasis, Kick It Out, turun tangan menyelidiki peristiwa yang terjadi pada Oktober 2014 itu.
2. Timnas Kuwait
Timnas Kuwait sempat mencapai final Piala Dunia pada 1982, bermain imbang dengan Cekoslowakia tapi kalah saat berhadapan dengan Inggris dan Prancis.
Saat berhadapan dengan timnas Prancis, timnas Kuwait sempat melakukan aksi WO. Sebabnya mereka tak puas dengan keputusan wasit yang mengesahkan gol yang mereka anggap salah. Namun mereka kembali bermain setelah presiden asosiasi sepakbola Kuwait, Sheikh Fahad Al Ahmed melakukan intervensi. Gol Prancis ke gawang Kuwait itu pun akhirnya dianulir.
3. Watford
Saat bertanding melawan Latina Calcio di ajang Piala Wojtyla di Roma Italia Desember 2013, pelatih Watford U-19, Dave Hughes meminta anak asuhnya meninggalkan lapangan.
Tindakan tersebut dilakukan karena salah satu pemain klub Inggris itu mendapat pelecehan rasial. Watford pun memilih tak melanjutkan pertandingan yang saat itu telah tertinggal 1-0.
4. AC Milan
Aksi Walk Out yang masih lekat di ingatan para penggemar sepakbola, barang kali adalah yang dilakukan para penggawa AC Milan saat menjalani laga persahabatan dengan klub Divisi 4 Aurora Pro Patria 1919 pada Januari 2013 lalu.
Saat itu, Kevin-Prince Boateng dan M’Baye Niang serta Sulley Muntari mendapat serangan verbal berupa ejekan rasis dari para suporter tuan rumah.
Mendapat perlakuan tersebut, kapten Milan Massimo Ambrosini mengajak rekan-rekannya meninggalkan lapangan. Laga pun berakhir di menit 26.
5. Manchester City
Pada Juli 2014, Manchester City U-21 bertanding melawan HNK Rijeka di Novigrad, Kroasia. Namun mereka tak menyelesaikan pertandingan dan memilih Walk Out karena beberapa menit sebelum babak pertama berakhir, salah seorang pemain mereka mendapat perlakuan tak menyenangkan. Pemain mereka yang asal Prancis, Seko Fofana, mendapat perlakuan rasis dari pemain lawan.
Keputusan melakukan aksi WO oleh pelatih Patrick Vieira itu mendapat dukungan dari jaringan Football Against Racism di Eropa.