9 Pemain Pendiam yang Memiliki Otak Cerdas
Sebagai seorang pesepakbola, para pemain diharapkan bisa membangun komunikasi yang baik dengan sesama rekan setim. Komunikasi menjadi bagian penting dari sepakbola. Tak peduli dalam situasi menyerang, bertahan atau di ruang istirahat, komunikasi harus terus berjalan.
Dalam situasi seperti ini, pemain yang cenderung pendiam di atas lapangan kerap menjadi bahan kritikan. Bagaimana tidak, dengan tak adanya komunikasi yang dibangun, pemain lainnya menjadi sulit untuk berinteraksi.
Namun, antusiasme dalam berkomunikasi dengan suara tak selalu membuat pemain menjadi hebat. Visi, keterampilan dan kreasi menjadi hal yang paling penting dari pemain yang tengah bertanding di atas lapangan.
INDOSPORT mengulas 9 pemain pendiam yang lebih memilih pikiran serta membiarkan otak dan kaki mereka yang bicara ketimbang pita suara mereka.
1. Mesut Ozil
Pemain yang jelas berada dalam situasi ini adalah Mesut Ozil. Sejak kepindahannya ke Arsenal dari Real Madrid, Ozil lebih sering mendapatkan kritikan akibat tampil kurang memuaskan di pertandingan besar.
Namun, Ozil yang tak banyak berbicara pun akhirnya membungkam kritikan tersebut dengan menampilkan permainan terbaiknya di atas lapangan melalui sumbangan assist dan kreasi permainan.
2. Paul Scholes
Paul Scholes sukses menjadi gelandang yang mendominasi lini tengah Manchester United di tahun 1990an dan 2000an. Scholes selalu menunjukkan kecerdasannya di atas lapangan hingga membawa The Red Devils berjaya.
Tak heran jika akhirnya Scholes disebut sebagai salah satu pemain terbesar yang pernah ada di antara rekan-rekannya. Scholes yang pendiam terus membiarkan otak dan kakinya bekerja hingga gantung sepatu.
3. Luka Modric
Tak banyak bicara menjadi karakter Luka Modric di atas lapangan. Pemain timnas Kroasia ini lebih suka mengalirkan seluruh kemampuan terbaiknya untuk tim.
Modric adalah tipe pemain yang tak akan membahayakan musuh dengan kontak fisik atau teriakan lantang. Namun, Ozil akan berjuang keras untuk mengerahkan seluruh kinerja otak dan kakinya untuk tim.
4. Shinji Kagawa
Shinji Kagawa merupakan pemain cerdas lainnya. Meski tak bersinar saat berseragam Manchester United, hal itu diyakini bukanlah masalah kemampuannya. Kepergian Sir Alex Ferguson setahun setelah kedatangannya ke Old Trafford tidak bisa banyak membantu.
Kagawa adalah tipe pemain yang hanya butuh dirinya sendiri untuk berbicara, selebihnya pemain asal Jepang ini akan unjuk kemampuan.
Benar saja, Kagawa selalu mendapat dukungan penuh dari penonton Borussia Dortmund di Signal Iduna Park saat ia bermain. Tak heran, jika akhirnya kagawa kembali ke Jerman dan memperkuat Die Borussen.
5. Michael Carrick
Publik sering mengelu-elukan Andrea Pirlo atau Xavi Hernandez sebagai gelandang terbaik dunia. Namun, nama Michael Carrick menjadi satu-satunya gelandang Inggris saat ini yang handal memberikan passing.
Kontribusinya di atas lapangan memang jarang terekspos. Namun, kinerja Carrick yang melebihi segalanya cukup untuk membuktikan bahwa gelandang timnas Inggris ini adalah salah satu yang cerdas karena selalu mengandalkan otak dalam visi bermainnnya.
6. Philippe Coutinho
Philippe Coutinho dikenal sebagai pemain Liverpool yang pemalu dan pendiam. Coutinho hanya terlihat bersemangat ketika ia berhasil mencetak gol jarak jauh yang fantastis. Gelandang asal Brasil ini selalu menjadi motor serangan Liverpool.
7. Pavel Nedved
Bersama Lazio dan Juventus, Pavel Nedved dikenal sebagai pemain yang tak banyak bicara. Ia lebih memilih membuktikan kualitas di atas lapangan.
Pemain asal Republik Ceko memiliki julukan ‘Czech Fury’. Julukan ini mengacu kepada gaya bermain Nedved yang tak kenal lelah, bukan tipe pemain temperamental dan tidak berapi-api.
8. Andres Iniesta
Andres Iniesta dikenal sebagai pemain yang sangat tenang dan jenius di skuad Barcelona. Iniesta selalu mengandalkan kecerdasan otaknya untuk mengirimkan setiap umpan matang kepada rekan setim. Iniesta juga bukan tipe pemain egois dan tak banyak bicara.
9. Dimitar Berbatov
Dimitar Berbatov selalu menjadi orang yang lebih suka hidup tenang. Tak terkecuali saat ia bermain di atas lapangan. Berbatov selalu menunjukkan kualitasnya melalui gelontoran gol-golnya. Hal itulah yang selalu ia tunjukkan saat masih berseragam Manchester United.