6 Alasan Klopp Sudah Klop dengan Liverpool
Ketika Liverpool menunjuk Jurgen Klopp sebagai pengganti Brendan Rodgers antusiasme dan optimisme membuncah. Mantan pelatih Borussi Dortmund itu dianggap sebagai sosok yang tepat untuk membangkitkan kembali kejayaan The Reds.
Patut diakui sebelum kedatangan Klopp Si Merah benar-benar meredup. Bahkan Liverpool tampak seperti tim yang kehilangan identitas dan semangat meski hamper memenangkan gelar pertama dalam 24 tahun sekitar 18 bulan sebelum Rodgers dipecat.
Namun pencapaian tersebut menjadi pelipur lara di tengah kegersangan prestasi The Reds hingga akhirnya manajemen mendepak Rodgers. Kini di bawah asuhan Klopp Si Merah mulai bertaji.
1. Bangkit
Euforia menyambut Klopp sempat meredup saat Liverpool kalah dikandang saat menjamu Crustal Palace. Bahkan pelatih berusia 48 tahun merasa sendirian menyusul hasil tersebut.
Namun Klopp berhasil membalikkan keadaan dengan membekuk dua raksasa. Chelsea dikalahkan pada akhir Oktober lalu. Dan Manchester City menjadi korban keganasan Si Merah berikutnya.
2. Energi positif
Berganti klub tak membuat Klopp kehilangan gaya memimpin. Sebagaimana ditunjukkan saat membesut Borussia Dortmund, pria asal Jerman itu menunjukkan hal yang sama saat melatih Liverpool.
Dalam laga sarat gengsi kontra Manchester City tampak Klopp begitu bersemangat di sisi lapangan. Ia tak pernah absen bertepuk tangan dan bereaksi marah jika sesuatu yang tak dikehendaki terjadi di lapangan.
3. Formasi
Klopp telah membuka ruang lapang bagi Philippe Coutinho untuk menunjukkan kualitasnya. Dalam laga kontra Manchester City pemain asal Brasil itu membalas kepercayaan sang pelatih dengan mencetak gol yang membuat perbedaan. Hal itu dilakukan sama seperti saat menghadapi Chelsea.
Selain itu ia juga memberi jam terbang lebih kepada Roberto Firmino, pemain asal Brasil yang didatangkan Brendan Rodgers dari Hoffenheim. Klopp lebih memilih Firmino ketimbang Benteke dan hal itu dibayar lunas oleh sang pemain sebagaimana saat tampil menghadapi Chelsea dan Manchester City.
4. Kembalikan posisi
Klopp juga tahu Emre Can tampil baik saat bermain di Bayer Leverkusen. Kini ia mengembalikan pemain tersebut pada posisi terbaiknya di lini tengah.
Pilihan Klopp tersebut berbuah manis saat ia melepaskan backheel brilian yang memungkinkan Coutinho mencetak gol ketiga Liverpool.
5. Awasan
Klopp belum mengenal Liverpool secara mendalam. Meski demikian ia mengawali karir kepelatihannya di Anfield dengan hasil imbang tanpa gol menghadapi Tottenham Hotspur lantas meraih kemenangan atas juara bertahan Chelsea dan favorit juara Manchester City.
Namun demikian kemenangan ini sekaligus memberikan awasan mengingat musim kompetisi masih panjang dan tantangan berat masih menanti.
JIka ingin kembali ke papan atas, Liverpool masih harus bersaing dengan tim kaya bintang. Manchester City masih memiliki banyak bintang kualitas. Chelsea dan Manchester United juga memiliki lebih banyak senjata keuangan dari Liverpool. Demikian pun Arsenal.
Namun demikian Klopp bisa memanfaatkan inkonsistensi penampilan para tim unggulan untuk merangsek ke posisi empat besar.
6. Catatan
Klopp masih memiliki pekerjaan rumah untuk segera diperbaiki. Pertahanan Liverpool masih rentan terutama saat diserang dan set piece.