8 Perkelahian Rekan Setim di Sepakbola
Kerja tim dalam sepakbola tak selalu berjalan lancar. Beda kepala dan beda tingkat emosi membuat masing-masing pemain harus bisa memanfaatkan potensi mereka dengan baik agar tak terbuang sia-sia.
Kerjasama dalam sebuah tim juga akan terbangun dengan baik jika para pemain bisa meredam ego dan emosi masing-masing agar tak saling bentrok dengan rekan setim yang lainnya. Memenuhi target tim adalah tujuan mutlak bagi sebuah tim.
Namun, apa jadinya jika ada rekan setim yang tak akur dan berbeda jalan pikiran? Perkelahian justru tak bisa dihindari dan tim yang dibela harus pasrah menjadi kacau. INDOSPORT merangkum sejumlah pemain yang terlibat perkelahian dengan rekan setim.
1. Adebayor vs Bendtner (Arsenal)
Pada 2008, Adebayor menanduk rekan setimnya, Bendtner saat bermain tandang melawan Tottenham Hotspur. Sebelumnya, Bendtner diduga mengacungkan jari kepada Adebayor.
Namun, alasan utama dari perseteruan mereka adalah penolakan Bendtner untuk melepas sepatunya di ruang ganti Arsenal, yang merupakan persyaratan untuk semua pemain.
Adebayor beruntung terhindar dari hukuman FA menyusul bukti video dianggap tak meyakinkan. Arsenal akhirnya kalah 5-1 pada laga tersebut. Insiden itulah yang menyebabkan kepergian Adebayor ke Manchester City pada tahun berikutnya.
2. Robben vs Ribery (Muenchen)
Ribery menjadi bintang lapangan pada laga semifinal Liga Champions melawan Real Madrid pada 2012. Namun, insiden terjadi saat Muenchen harus memutukan siapa yang harus mengambil tendangan bebas menjelang akhir babak pertama.
Ketika mereka sampai di ruang ganti di babak pertama, Ribery tampaknya menekan Robben setelah terjadi penghinaan dan rekan satu tim mereka harus campur tangan. Ribery pun dianggap bersalah atas kejadian tersebut. Untungnya Muenchen memenangkan pertandingan.
3. Lehmann vs Amoroso (Borussia Dortmund)
Pada 2003, Lehmann terlihat marah selama pertandingan melawan Schalke. Setelah Dortmund kebobolan gol, Lehmann merasa bahwa Amoroso adalah orang yang patut disalahkan. Lehmann kemudian mendorong rekan setimnya itu dengan emosi.
4. Carragher vs Arbeloa (Liverpool)
Dua bek Liverpool ini terlibat perkelahian selama pertandingan melawan West Brom pada 2009. Carragher menyalahkan Arbeloa karena membiarkan pemain lawan bergerak bebas di tiang jauh. Setelah pertandingan, Carragher menjelaskan kepada Arbeloa bahwa tim tak ingin kemasukan gol.
5. Fuller vs Griffin (Stoke City)
Pertahanan yang buruk dari kapten Stoke City, Griffin membuat West Ham berhasil menyamakan kedudukan selama pertandingan pada 2008. Fuller pun tak senang dan memutuskan untuk menunjukkan responnya dengan cara yang paling dramatis.
Stoke hendak memulai kembali pertandingan namun Fuller berjalan dari tengah lapangan menuju posisi bek kanan yang ditempati rekan setimnya, Griffin dan menampar wajah rekannya itu. Fuller diusir dan kemudian mendapat larangan 3 pertandingan dan dengan 20.000 Poundsterling.
Fuller kemudian memberikan wawancara dan mengaku bahwa Griffin telah memprovokasi dirinya dengan berubah menjadi kasar dan tidak sopan.
6. McManaman vs Grobbelaar (Liverpool)
Derby Merseyside pada 1993 bukan memunculkan insiden-insiden keras antara Liverpool dan Everton melainkan terjadi perkelahian antara rekan setim Liverpool yakni McManaman vs Grobbelaar.
Clearance lemah dari McManaman membuat Everton memimpin. Kiper Liverpool, Grobbelaar, yang tak pernah takut untuk mencaci-maki rekan setimnya, langsung melampiaskan kekesalannya di wajah McManaman.
McManaman dan Grobbelaar saling mendorong kepala. Saat itu Grobbelaar terlihat benar-benar marah karena sambil berteriak di hadapan wajah rekannya tersebut. Pada laga tersebut, Liverpool kemudian kalah pertandingan 2-0.
7. Graeme Le Saux vs David Batty (Blackburn)
Pada tahun 1995, Blackburn tengah berusaha tampil maksimal di Liga Champions pertama mereka setelah memenangkan Liga Primer Inggris.
Mereka pun harus berjuang di kedua kompetisi. Bentrokan pun terjadi hanya 4 menit memasuki pertandingan Liga Champions melawan Spartak Moskow. Batty terlibat perkelahian dengan Le Saux. Le Saux kemudian menekan Batty.
Hebatnya, mereka justru tak dikeluarkan dari lapangan. Blackburn akhirnya harus menelan kekalahan dengan skor 3-0.
8. Bellamy vs John Riise (Liverpool)
Pada 2007, Rafael Benitez membawa timnya, Liverpool ke Portugal jelang pertandingan Liga Champions melawan Barcelona. Setelah sesi pelatihan, para pemain diberi libur dan para pemain terlibat dalam acara karaoke sambil mabuk.
Riise menolak untuk menyanyi namun Bellamy memaksanya bernyanyi. Kabarnya, Bellamy sampai mengayunkan tingkat golf ke kaki Riise.
9. Joey Barton vs Dabo (Manchester City)
Nama Joey Barton identik dengan premanisme. Sifat temperamentalnya selalu menimbulkan konfrontasi baik dengan pemain lawan maupun dengan rekan setim.
Pada 2007, Barton menekan Dabo beberapa kali setelah mereka berselisih pendapat selama sesi pelatihan. Dabo harus masuk rumah sakit setelah mengalami gangguan di bagian retinanya dan terus menekan Barton. Barton mendapatkan 4 bulan hukuman penjara dan membayar kompensasi. City kemudian menjual Barton ke Newcastle.