5 Alasan Neymar Wajib Tinggalkan Barca agar Semakin Cemerlang
Penampilan cemerlang Neymar Jr bersama Barcelona membuatnya masuk dalam tiga besar kandidat peraih Ballon d'Or. Hal ini membuktikan kemampuan pemain berusia 23 tahun ini berada di level yang sama dengan 2 kandidat lainnya, Cristian Ronaldo dan Lionel Messi.
Usia muda Neymar ini memang juga terlihat jelas dalam pribadinya. Pemain asal Brasil masih kerap bersikap kekanak-kanakan. Namun hal ini justru semakin menegaskan kehebatan Neymar. Di usianya yang masih muda dengan sikap yang belum dewasa, ia telah mencapai kualitas para pemain yang lebih berpengalaman darinya.
Namun Neymar harus terus mengasah kemampuannya demi memancarkan sinar yang lebih terang. Hasil ini akan lebih efektif jika ia menimba ilmu di klub lain. Pengalamannya bermain di klub berbeda, di liga yang berbeda, akan membuat kemampuannya semakin tajam.
Berikut INDOSPORT sajikan lima alasan Neymar harus pindah ke klub lain untuk mengasah kemampuannya agar semakin cemerlang.
1. Kasus
Neymar telah cukup lama terjerat kasus penggelapan pajak. Belum lama, pengadilan membekukan harta Neymar sebesar 31,3 juta poundsterling atau sekitar Rp659 miliar sebagai denda atas penggelapan pajak senilai 10,5 juta pounds yang dilakukannya. Hanya saja, kasus ini masih dalam penyelidikan dan belum diusut hingga tuntas.
Meski tidak berhubungan secara langsung, kasus ini membuat Neymar terganggu. Berurusan dengan hukum kerap kali membuat banyak orang tertekan, dan hal yang sama kemungkinan besar juga akan terjadi pada Neymar. Hal ini akan membuat fokus dan perhatian Neymar terpecah saat bermain, sehingga akan membuat kualitas permainan Neymar di lapangan hijau akan menurun.
2. Bayangan Messi
Neymar memiliki hubungan dekat dengan sang mega bintang, Lionel Messi. Hal ini membuatnya dapat dengan mudah bertukar pikiran dan menimba ilmu dari Messi. Messi yang juga sempat mendapat bimbingan dari Ronaldinho, melakukan hal yang sama pada Neymar. Di Barca, Messi menjadi mentor Neymar.
Namun di Barcelona pula Neymar tak akan mampu melewati sang mentor. Selama tampil bersama Messi, Neymar akan selalu menjadi pemain nomor sekian karena Messilah yang terbaik. Hal ini terlihat saat Messi absen akibat cedera. Tanpa Messi, Neymar tampil lebih tajam dan menjelma pahlawan.
3. Saingan Suarez
Selain Messi, Luis Suarez juga menjadi andalan Barca di lini depan. Berada di posisi yang sama, Neymar tak akan sanggup menyaingi dan melampaui performa Messi dan Suarez sekaligus. Meski sempat diperolok akibat gigitannya, namun performa Suarez saat ini telah menanjak pesat.
Berada diantara dua pemain terbaik dunia ini, nama Neymar akan tergerus dan cuma menonjolkan nama ketiganya dalam trio MSN (Messi-Suarez-Neymar). Neymar harus mulai mandiri dan lepas dari dua sejawatnya itu.
4. Andalan
Sebagai salah satu tim dan klub pemilik akademi terbaik dunia, Barcelona tidak kesulitan mendapatkan pemain berkualitas. Terbukti meski tak bisa membeli pemain karena sanksi, Barca bisa tampil apik dengan dukungan para pemain muda mereka. Skuad Blaugrana saat ini pun diisi banyak pemain penting yang membuat Neymar tak menjadi pemain andalan.
Untuk meningkatkan performa dan pencapaiannya, Neymar harus bermain di klub yang membuatnya menjadi pemain andalan. Hal ini akan membuatnya terpacu untuk terus memberikan penampilan terbaik dan tampil menjadi pahlawan. Selain itu, Neymar harus bermain di klub yang memiliki kesempatan meraih gelar domestik dan Eropa.
5. Dominasi
Penampilan Neymar musim ini, terutama saat Messi cedera, memang terlihat menjanjikan. Hal ini pun yang menjadikan Barca menyodorkan kontrak baru meski sebenarnya kontrak lamanya baru berakhir 2018 mendatang. Namun kehebatan Neymar ini belum teruji cukup tangguh dibanding Messi.
Meski memiliki hubungan dekat dengan Messi, bukan tidak mungkin pula keduanya pecah kongsi. Dan ketika itu terjadi dimana Neymar belum bisa melampaui Messi, maka pengalaman Zlatan Ibrahimovic akan kembali terulang.
Barca yang sangat tergantung pada Messi akan lebih memilih untuk melego Neymar ketimbang kehilangan Messi. Hal ini terjadi pada Zlatan Ibrahimovic yang lebih baik ditendang keluar Camp Nou dari pada tak memainkan Messi.