x

Konspirasi di Laga Liverpool vs Man United

Sabtu, 16 Januari 2016 18:16 WIB
Editor:

Minggu 17 Januari 2016, stadion Anfield akan kembali disesaki oleh barisan pendukung Liverpool, nyanyian 'You'll Never Walk Alone' akan kembali membahana di stadion yang memiliki kapasitas 45ribu tempat duduk tersebut. 

Nyali barisan pendukung Liverpool di Minggu malam waktu Indonesia tersebut akan berlipat ganda untuk mendukung Philippe Coutinho dan kolega, pasalnya lawan yang akan dihadapi ialah musuh bebuyutan mereka, Manchester United. 

Sang lawan pantas untuk gentar, pasalnya jika bicara militansi pendukung Liverpool sudah tak perlu lagi diragukan. Intimidasi untuk jatuhkan mental harus siap diterima Wayne Rooney dan kolega. 

Laga Liverpool vs Man United di liga Inggris musim ini memang bukan sekedar dua tim berjersey warna merah. Ini duel klasik. Ini derby, derby North-West Derby. 

Banyak seklumit kisah menarik terkait laga ini. Kisah mengenai barisan WAGs jadi pemanis, kisah mengenai barisan pengkhianat jadi pembakar semangat fans, begitu juga dengan kisah mengenai laga di masa lalu. 

Ada lagi kisah tersembunyi dari duel panas ini. Apa itu? berikut ulasannya untuk pembaca setia INDOSPORT: 


1. Konspirasi Man United dan FA

Liverpool vs Man United

Bicara gelar liga Inggris, Man United sukses menyalip posisi Liverpool sebagai peraih terbanyak titel gelar liga Inggris. Atas dasar itu, banyak artikel muncul yang mengkaitkan dugaan konspirasi Man United dengan organisasi sepakbola Inggris, FA. 

Man United dan FA dianggap memiliki pertautan tak terpisahkan untuk memuluskan kedigdayaan klub yang bermarkas di Old Trafford tersebut. Pada 2011 misalnya, banyak pemberitaan di Inggris yang sebut Sir Alex Ferguson pernah berada di ruang khusus wasit jelang laga melawan Tottenham Hotspur. 

Tuduhan itu diungkap oleh pelatih Spurs saat itu, Martin Jol. Lantas apa yang kemudian terjadi, Jol justru dipecat oleh pihak klub dan kasus ini tak pernah diusut tuntas. 

Hal sama juga pernah dialami oleh eks pelatih Liverpool asal Spanyol, Rafael Benitez. Pria yang baru saja dipecat oleh Real Madrid ini sempat melontarkan pernyataan bahwa di liga Inggris terdapat manipulasi wasit. Kita semua tahu apa yang kemudian terjadi pada nasib Rafa setelah mengeluarkan pernyataan tersebut. 


2. Man United kuasai media

Liverpool vs Man United

Ada idiom terkenal yang menyebut jika ingin menguasai dunia, kita harus menguasai dunia. Hal ini sepertinya dilakukan betul oleh Man United. 

Saat Chelsea dibawah kekuasaan uang Roman Abramovich, FA keluarkan pernyataan keras terkait gaya belanja Chelsea dengan datangkan pemain bintang non Inggris. Namun FA kemudian terdiam seribu bahasa kala Man United melakukan hal itu. 

Apa yang membuat FA berprilaku tersebut? Salah satu faktornya tentu saja media. Perlu diketahui bahwa tiga media besar di Eropa yakni BBC, Sky Sports dan ITV memiliki saham di Man United. ITV bahkan memiliki hak ekslusif untuk laga Man United di kompetisi Eropa. 

Lazimnya pemilik saham di satu perusahaan tentu tak ingin saham mereka jadi anjlok karena pemberitaan miring. Media-media internasional ini memiliki banyak cara untuk mempromosikan Man United ke dunia internasional. 


3. Liverpool disayang wasit

Liverpool vs Man United

Korps wasit selalu diidentikan dengan Man United jika mampu meraih kemenangan di satu laga. Namun fakta dan data justru memperlihatkan bahwa Liverpool ialah klub yang paling disayang oleh wasit. 

Pada musim 2013/14 misalnya Liverpool jadi klub yang paling banyak mendapat hadiah penalti. Bahkan dari 10 musim terakhir, Man United hanya satu kali duduki peringkat pertama tim yang paling banyak mendapat penalti. Hal itu diraih pada musim 2011/12. 

Bahkan sejak 1992 hingga 2012, Liverpool secara rata-rata mendapat hadiah penalti yang lebih banyak saat bermain di Old Trafford dibanding Man United kala bermain di Anfield. Pun soal penerimaan kartu, skuat Man United lebih sering mendapat kartu kuning dan merah dibanding Liverpool. 

Sejak 1992 hingga 2012 saja terdapat 82 kartu kuning yang diterima skuat Man United kala bentrok dengan Liverpool baik di laga home dan away. Sedangkan Liverpool hanya meraih 72 kartu kuning. Untuk kartu merah, Man United meraih 8, Liverpool meraih 6 kartu merah.  

Manchester UnitedLiverpoolLiga Primer InggrisIn Depth Sports

Berita Terkini